Shohibul Anshor Siregar: Polresta Medan Jangan Main-main Proses Kasus Liam

Shohibul Anshor Siregar (foto: dhabit-kabarhukum)

KABARHUKUM-Medan | Proses hukum terhadap kasus penamparan polisi lalu lintas yang dilakukan William (26) alias Alung alias Liam, harus dilakukan transparan. Polisi diingatkan jangan main-main dalam menangani kasus ini.

Pengamat Sosial dan Politik sekaligus skademisi dari UMSU, Shohibul Anshor Siregar menyatakan, kasus itu sudah menjadi perhatian seluruh masyarakat, tidak hanya dari kalangan pribumi. “Jika polisi tak memberi kesempatan bagi William untuk menjalani proses hukum berarti mereka tidak menghitung betapa kecewanya rakyat,” ucapnya.

Shohibul Anshor Siregar (foto: dhabit-kabarhukum)
Shohibul Anshor Siregar (foto: dhabit-kabarhukum)

Shohibul menjelaskan, tidak ada kata main-main dalam proses penindakannya. Artinya, jika menjadi tahanan luar, kepolisian harus mengawasi tersangka selama 24 jam. Sebab, tak menutup kemungkinan bagi William menghindari proses hukumnya. “Mestinya jangan tanggung-tanggung, kepolisian sebaiknya mengatur perlindungan ketat terhadap William dengan memilih satu dari dua cara,” jelasnya.

“Pertama, menugaskan pengawalan ketat untuk mereka jaga. Saya kira setiap hari diperlukan dua polisi untuk melakukan pengawalan 24 jam sehari,” kata dia.

“Pilihan kedua polisi mengatur pemindahan William ke luar negeri seperti Singapura, Malaysia, Amerika lengkap dengan dua polisi. Bagi William hal ini tidak berat,” tandasnya.

Tak hanya Shohibul, salah seorang petugas Satlantas Polresta Medan juga mengutuk keras perlakuan William kepada Brigadir Fandi. Di Pos Polantas Lapangan Merdeka, di Jalan Bukit Barisan, Medan, anggota polisi wanita (polwan) yang tak ingin disebutkan namanya ini mengatakan, mereka tidak terima polisi diperlakukan demikian oleh Liam.

“Yang jelas gak terimalah. Anggota lagi tugas diperlakukan seperti itu (ditampar dan dimaki). Ke depan saya berharap supaya nggak ada lagi kejadian seperti itu,” kata Polwan itu. “Pasti kecewa. Tapi sepenuhnya kita sudah menyerahkan kasus ini ke Satreskrim.”


laporan: Bolang

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda