Gaji Tak sesuai Perjanjian, Pekerja PT Apollo Kualanamoo Kembali Demonstrasi

Bandara Kualanamu, Deliserdang, Sumut. (foto: kualanamu-airport)

KABARHUKUM-Medan | Merasa tak puas, puluhan pekerja PT Apollo Kualanamoo kembali unjukrasa, Sabtu (26/9/2015) pagi. Sebelumnya, mereka juga aksi serupa pada Jum’at (25/9/2015) kemarin. Aksi tersebut, merupakan bentuk tidak terimanya pegawai atas pemberian gaji yang tak sesuai perjanjian.

PT Apollo Kualanamoo yang berada di Jalinsum Medan-Tanjungmorawa Km 13 No 22, Desa Bangunsari baru sebulan beroperasi usai ditunjuk PT Angkasa Pura (AP) II selaku pengelola Kualanamu Internasional Airport (KNIA) sebagai regulated agent (RA) pengiriman barang, Selasa (1/9/2015) lalu.




Namun dalam pelaksanaannya, masih tergolong amburadul. Pasalnya, barang dari perusahaan jasa menumpuk di PT Apollo Kualanamoo. Saat berlangsungnya aksi, kemarin (25/9/2015) malam, puluhan massa buruh menyanyikan lagu kebangsaan, Indonesia Raya. Mereka menuntut jam kerja di PT Apollo Kualanamoo agar diubah. “Boleh 12 jam kerja, tapi 2 hari kerja dan 1 hari,” ujar salah seorang buruh.

Informasi dihimpun, Hasan selaku pengelola utama PT Apollo Kualanmoo, disebut-sebut menjanjikan kepada karyawan untuk menaikkan gaji usai melewati masa training. Namun, kenyataannya berbeda. Alhasil, puluhan pekerja PT Apollo Kualanamoo menggelar unjuk rasa, sebagai bentuk ketidakpuasan lantaran merasa telah tertipu.

Selain itu, Hasan juga disebut-sebut ingkar janji dalam hal memberikan upah kepada para pekerja. Awalnya, para pekerja dijanjikan Hasan akan menerima Rp 750 ribu. Sayangnya, para pekerja menerima upah berkisar di antara Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu. Bahkan, jam istirahat pekerja juga dibatasi hanya 30 menit, dan untuk shalat juga tak diberikan izin.

Ketua BKOW Sumut, Kemala Wati (56) membenarkan adanya pekerja PT Apollo Kualanamoo melakukan aksi unjukrasa itu. “Dari polsek dan beberapa serikat pekerja ramai kemarin malam itu. Mendengar dari para pekerja, mereka menuntut karena gaji tak sesuai dengan jam kerja 12 jam,” sebutnya.

Ia menyesalkan sikap dari pimpinan PT Apollo Kualanamoo yang dinilai menginjak-injak pribumi yang bekerja di RA tersebut. “Di hari sekarang, masih ada yang terima gaji Rp 750 ribu. Saya bentak-bentak si Hasan itu. Tega kali memberikan gaji segitu (Rp 750 ribu) dengan 12 jam kerja yang libur dalam sebulan hanya 2 kali,” katanya.

Saat dikonfirmasi secara langsung di kantornya, Hasan tak bersedia menemui wartawan. Diketahui, mobil Toyota Fortuner BK 818 GG warna hitam yang kerap ditunggangi Hasan terlihat di PT Apollo Kualanamoo. “Enggak ada (Pak Hasan), mobilnya memang ada dia. Mobilnya kan juga banyak, ada sedannya juga. Tapi ini enggak ada di kantornya,” kata salah seorang petugas keamanan.

Sementara itu, Kapolsek Tanjungmorawa, AKP Hasoloan Situmorang menyatakan, aksi yang dilakukan para pekerja tidak ada terjadi anarkis. Menurut dia, pihaknya datang untuk mengamankan antisipasi terjadinya aksi anarkis.

“Tadi malam, ada jam 9 yang demo. Massa menuntut gaji dibayar sesuai UMK. Sekitar 60 menit aksi terjadi. Hari senin nanti akan dilakukan dengan mediasi antara disnaker, pekerja dan PT Apollo Kualanamu,” pungkasnya. (*)


laporan: Bolang

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda