Tabrak Wartawan, Karyawan Auto 2000 Medan Anggar Beking Kapolda, Rampas Surat Tugas dan Kamera

ilustrasi Auto 2000

KABARHUKUM-Medan | Kriminalisasi terhadap insan jurnalistik terjadi lagi di Kota Medan. Salah satunya, kejadian yang menimpa dua wartawan lokal yang berlangsung di ruangan Kanit Lantas, Ipda K Manurung, Mapolsek Percut Seituan, Medan, Jum’at (25/9/2015).

ilustrasi Auto 2000
ilustrasi Auto 2000

Saat itu, salah seorang wartawan media cetak lokal, Ari (32) mengalami insiden lakalantas dengan salah seorang karyawan marketing Auto 2000, Alfonso Saut Maruli Tua Simanungkalit (27). Lalu, kasus itu berlanjut di Mapolsek Percut Seituan guna penyelesaiannya. Antara keduanya sempat terjadi cek-cok, lantaran Alfonso tidak mau membayar uang perobatan. Padahal, sebelumnya Ari telah ditabrak sepeda motornya oleh mobil Alfonso saat sedang bertugas melakukan liputan.

Kemudian, cekcok berlanjut lagi setelah wartawan lokal lainnya, Rizky (24), mendatangi TKP guna meliput. Alfonso tak senang karena perbuatan Rizky yang memfoto dirinya, meski Rizky telah menjelaskan kepada Alfonso jika pemotretan itu bagian dari tugasnya.

Tak hanya itu, Alfonso juga berniat tidak membayar uang perobatan Ari yang ia tabrak. “Gak senang aku sama kalian, apa kalian semua ini! Kulaporkan kalian sama Kapolda, aku merasa tidak menyenangkan di Kantor polisi ini (Kantor Lantas percut),” kata Alfonso dengan amarah yang meledak.

Tidak hanya Alfonso, salah seorang teman wanita Alfonso juga melakukan tindakan kasar terhadap Rizky. Temannya merampas handphone dan menghapus foto Alfonso yang sempat diabadikan Rizky.

Lebih lanjut, keberingasan Alfonso juga terus meledak-ledak dengan mengancam Rizki. “Aku gak suka sama kau. Kulaporkan kau sama polisi. Aku banyak kenal sama polisi, gak takut aku sama kalian semua,” ujar Alfonso kepada Rizki.

Rizki yang tidak ingin mencari ribut, hanya diam guna meredam suasana pecah di Kantor Lantas Percut. Alfonso yang masih emosi langsung merampas surat jalan liputan milik Rizki dengan paksa. “Sini keluarkan, surat atau tanda pengenal kau biar kutahan biar kulaporkan kau sama polisi,” ujarnya lagi kepada Rizki.

Selesai membuat gaduh dan merampas surat jalan liputan milik Rizki, Alfonso dan teman wanitanya langsung keluar.

Ketika dikonfirmasi, Rizki membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan bahwa surat jalan liputannya telah diambil paksa Alfonso. “Sudah dibawanya surat tugas saya. Katanya mau melapor ke Poldasu,” ujarnya.

Selain itu, Rizky menjeaskan telah menghubungi kantornya. “Sudah saya lapor ke Kantor. Nanti kantor yang ngurus,” terangnya. (*)


laporan: Bolang

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda