APARA-SU: Kutuk Keras Kapitalis Penyerobot Tanah Petani

Massa petani dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Reforma Agraria Sumatera Utara (APARA-SU) unjuk rasa di Kantor Gubsu (foto: Bolang-kabarhukum.com)

KABARHUKUM-Medan | Massa petani dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Reforma Agraria Sumatera Utara (APARA-SU) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) di Jalan Diponegoro Medan , Senin (28/9/2015). Mereka menuntut agar permasalahan sengketa tanah di wilayah Sumatera Utara segera diselesaikan dengan seadil-adilnya.

Massa petani dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Reforma Agraria Sumatera Utara (APARA-SU) unjuk rasa di Kantor Gubsu (foto: Bolang-kabarhukum.com)
Massa petani dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Reforma Agraria Sumatera Utara (APARA-SU) unjuk rasa di Kantor Gubsu
(foto: Bolang-kabarhukum.com)

Koordinator Aksi, Janter mengatakan, pihaknya mengutuk keras tindakan penyerobotan lahan para petani yang dilakukan para kapitalis, bahkan hingga melakukan kriminalisasi terhadap petani.

“Laksanakan UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960. Hentikan kriminalisasi terhadap petani. Hentikan perampasan tanah rakyat dengan berkedok untuk kepentingan umum,” tegas Janter.

Untuk itu, mereka menuntut Plt Gubsu, H T Erry Nuradi untuk membuka peluang kebijakan agar petani di Sumut dapat leluasa berproduksi dengan lahan masing-masing. Alasannnya, Sumut dengan luas lahan mencapai 2 juta hektare, pada tahun 2014 tercatat ada 33 kasus konflik agraria. Dimana masyarakat Sumut, khususnya petani terus dihantam oleh kebijakan pemerintah daerah maupun pusat yang mengharuskan mereka berhadapan melawan penguasa dan pengusaha.

Selain itu, mereka juga menolak kebebasan pihak asing menguasai hak atas lahan dan meminta pemerintah segera merevisi Undang-Undang penanaman modal asing di sektor agraria.

“Kami menolak regulasi kepemilikan properti oleh pihak asing. Dan mencabut UU Penanaman Modal No. 25 Tahun 2007,” tandasnya.

Sementara itu, Plt. Gubsu, H T Erry Nuradi, baik staffnya belum menanggapi tuntutan mereka. Diketahui, hari ini Erry akan melantik enam Pelaksanaan Jabatan (PJ) kepala daerah di Gedung Pemprovsu. Aksi ini sekaligus memperingati Hari Tani Nasional (HTN) ke-55 yang jatuh pada tanggal 24 September 2015.(*)


laporan: Bolang

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda