Kereta Senggol Bus ALS di Pasaman, Penumpang Terpaksa Tertahan 2 Jam di Mapolsek Bonjol

Bus ALS BK 7506 DP tujuan Medan-Bukittinggi-Padang dengan nomor pintu 378 di di Mapolsek Bonjol, Sabtu (26/9/2015) kemarin. (foto: Roni J-kabarhukum.com)

KABARHUKUM-Pasaman | Kereta Yamaha Jupiter tanpa nomor polisi bersenggolan dengan Bus ALS BK 7506 DP tujuan Medan–Bukittinggi-Padang dengan nomor pintu 378 di Jalan Lintas Sumatera Pasaman – Bukittinggi, Kecamatan Kumpulan, Kabupaten Pasaman Barat, Sabtu (26/9/2015) kemarin.

Bus ALS BK 7506 DP tujuan Medan-Bukittinggi-Padang dengan nomor pintu 378 di di Mapolsek Bonjol, Sabtu (26/9/2015) kemarin.  (foto: Roni J-kabarhukum.com)
Bus ALS BK 7506 DP tujuan Medan-Bukittinggi-Padang dengan nomor pintu 378 di di Mapolsek Bonjol, Sabtu (26/9/2015) kemarin.
(foto: Roni J-kabarhukum.com)

Kejadian bermula saat kereta Yamaha Jupiter yang dikendarai oleh seorang pemuda bertato melaju kencang dari arah berlawanan sehingga menyenggol pintu sopir bus tersebut. Alhasil pengendara tersebut terpelanting ke arah seorang  petugas polisi bernama Iswandi, yang sedang mengendarai kereta Honda Beat hitam. Kemudian, polisi itu terbang sejauh 1 meter lalu kepalanya menyeruduk mobil Toyota Avanza BA 1090 BQ.

Untungnya, tak ada korban jiwa dalam kecelakaan 4 tersebut, namun Iswandi personel Polsek Bonjol yang dalam keadan luka ringan, langsung berdiri langsung mengamankan pengendara kereta, sopir bus ALS dan Sopir Avanza ke Mapolsek Bonjol.

Reporter kabarhukum.com yang berada di dalam bus tersebut melihat kereta Yamaha Jupiter melaju kencang dari arah berlawanan, namun begitu melihat bus, pengendara Yamaha Jupiter itu sepertinya terkejut sehingga membuatnya kehilangan kendali.

Hal itu juga dipengaruhi faktor kondisi jalan yang bertikungan dan menurun dari arah Bukittinggi ke Kumpulan. Akibat peristiwa tersebut Bus ALS dan beserta penumpangnya terpaksa dibawa ke Mapolsek Bonjol untuk dimanta keterangannya.

Akibat menunggu terlalu lama hingga 2 jam, membikin penumpang bus sempat beradu mulut dengan personil Polsek untuk meminta membebaskan bus supaya mengantarkan mereka ke sampai tujuan. Namun Kanit Provost Polsek Bonjol, Wisra, menenangkan para penumpang agar bersabar. Pasalnya, supaya bus dapat mengantarkan mereka ke tempat tujuan, masih harus menunggu personil dari Polres Pasaman Barat untuk olah TKP (tempat kejadian perkara).

“Di Polsek ini tidak ada unit olah TKP Lakalantas maka kita menunggu dari Polres, saya mohon agar penumpang bersabar dulu,“ kata Wisra. Tak lama kemudian personil Lakalantas Polres Pasaman pun meluncur ke TKP. Akhirnya petugas Lakalantas memperkenankan bus ALS tersebut mengantar penumpangnya dengan pengawalan dari polisi karena sopir belum selesai untuk dimintai keterangan. (*)


laporan: Roni J

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda