Dibantu Suami dan Rekan, Bidan ini Gol Akibat Jual Bayi Seharga Rp 20 Juta

foto: Bolang-kabarhukum.com

KABARHUKUM-Medan | Bidan yang bernama Magdalena Sitepu (49) warga Jalan Perjuangan, Dusun I Batu Penjemuran, Desa Batu Namorambe ini tampaknya bakal kehilangan kesempatan untuk menjadi PNS seperti dijanjikan pemerintah. Pasalnya selain berprofesi sebagai bidan, Magdalena juga nyaru sebagai pebisnis penjualan ilegal bayi. Bukan sendirian, bahkan sang suami yang bernama Zulkarnain Ginting (53) dibantu Jenda Sembiring(31) dan Tiara Sembiring (28) turut serta dalam bisnis yang sangat dikutuk orang sedunia itu.

foto: Bolang-kabarhukum.com
foto: Bolang-kabarhukum.com

Bisnis haram itu telah membuat ke-empatnya harus merasakan sakitnya berada di sel penjara setelah pihak kepolisian Polsek Deli Tua melakukan penangkapan. Diketahui dari pihak kepolisian, mereka menjual bayi seharga Rp 20 juta untuk bayi perempuan dan Rp 15 juta untuk bayi laki-laki.

Wakapolresta Medan, AKBP Yusuf Hondawantri Naibaho didampingi Kasat Reskrim, Kompol Aldi Subartono dan Kapolsek Delitua, AKP Daniel Marunduri kepada wartawan mengungkap lebih jelas bahwa pengungkapan kasus penjualan bayi berusia 10 hari tersebut bermula dari informasi masyarakat yang menyebutkan adanya penjualan bayi yang dilakoni seorang bidan.

Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian melalui Reskrim Polsek Delitua yang melakukan undercover buy (penyamaran sebagai pembeli) terhadap tersangka Magdalena yang berprofesi sebagai Bidan berhasil ditelusuri domisilinya.

Dari hasil penyelidikan tersebut, tersangka Magdalena yang ditemui petugas dalam penyamaran mengaku bisa memberikan bayi dengan harga Rp 20 juta untuk jenis kelamin perempuan dan Rp 15 juta untuk jenis kelamin laki-laki dengan syarat pembayaran uang muka sebesar Rp 2 juta.

Beberapa hari setelah melakukan perjanjian dengan pembayaran uang muka, tersangka Magdalena dibantu suaminya dalam mendapatkan bayi tersebut kemudian melakukan transaksi di kawasan Jalan AH Nasution, Medan persis di sekitaran RS Mitra Sejati tempat dimana orangtua bayi melahirkan bayi tersebut. Beberapa saat setelah bertransaksi, tersangka langsung diciduk petugas yang melakukan penyamaran.

“Pengungkapan kasus penjualan bayi ini diungkap setelah pihak kepolisian mendapat informasi adanya penjualan bayi yang kerap dilakukan seorang Bidan. Informasii tersebut lalu ditindaklanjuti dengan penyelidikan melalui undercover buy. Tersangka kemudian menawarkan bayi perempuan berusia 10 hari dengan syarat uang muka sebesar Rp 2 juta. Beberapa saat setelah transaksi, tersangka kemudian ditangkap. Kedua orangtua bayi dan suami tersangka juga turut diamankan. Kita masih mendalami kasus ini untuk selanjutnya,” jelas AKBP Yusuf Hondawantri Naibaho.

Lebih lanjut dijelaskan Kapolsek Delitua, AKP Daniel Marunduri bahwa menurut hasil penyidikan sementara pihaknya, tersangka Magdalena sudah ketiga kalinya melakukan penjualan bayi. Namun hingga saat ini kasus tersebut masih didalami pihaknya dibantu Sat Reskrim Polresta Medan.

“Hasil penyidikan sementara si tersangka MS ini sudah tiga kali melakukan aksi penjualan bayi, untuk itu kasus ini masih kita dalamii dengan bantuan Sat Resrkrim Polresta Medan,” jelas AKP Daniel Marunduri.

Atas perbuatannya, para pelaku yang diamankan petugas karena kasus penjualan bayi perempuan berusia 10 hari tersebut dijerat Pasal 83 UU RI No.35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU RI No.23 tahun 2003 Tentang perlindungan anak dengan ancanan kurungan penjara selama 15 tahun.(*)


Laporan: Bolang

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*