Kasusnya P21, Rektor ini Akan Duduk di Kursi Pesakitan PN Medan

Marsaid Yushar

KABARHUKUM-Medan | Masih ingat kasus yang menjerat Rektor University of Sumatera, Marsaid Yushar, pelaku jual beli ijazah palsu, berkas perkaranya telah dinyatakan lengkap (P21). Dalam waktu dekat perkaranya akan segera digelar di Pengadilan Negeri(PN) Medan.

Marsaid Yushar
Marsaid Yushar

Sebelumnya, berkas tersebut telah berkali-kali dikembalikan ke penyidik Polresta Medan karena tidak lengkap.(Baca: Kasus Ijazah Palsu Rektor University of Sumatera Masih Mengambang) Namun Kejaksaan Negeri Medan akhirnya, Selasa (29/9/2015) menyatakan perkara kasus jual beli ijazah palsu tersebut lengkap (P21).

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Medan, Taufik membenarkan hal itu dan menjelaskan berkas milik Marsaid yang diserahkan penyidik Polres telah dilengkapi sesuai dengan petunjuk jaksa pada pekan lalu. Menurutnya setelah dinyatakan P21 oleh jaksa peneliti, penyidik polres beberapa hari kemudian langsung melimpahkan tersangka berikut barang bukti ke Kejari Medan (P22).

Menurut Taufik dengan telah dilimpahkanya tersangka dan barang bukti, kejaksaan dalam waktu dekat segera melimpahkan perkara ini ke Pengadilan Negeri Medan. Taufik menjelaskan tersangka saat ini dititip ditahanan rutan Tanjung Gusta Medan.(Baca juga: Berkas Kasus Rektor University of Sumatera Dikembalikan Jaksa ke Polisi)

Sebelumnya diberitakan, Rektor University of Sumatera, Marsaid Yushar ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka kasus ijazah palsu, Bulan Mei silam. Marsaid yang mengaku bertitel doktor lulusan Amerika Serikat itu sudah 12 tahun menjual ijazah palsu keluaran universitas yang tak berizin tersebut. Ada ribuan ijazah palsu yang sudah ia jual dengan harga Rp 10 juta-Rp 40 juta per lembar. Soal jenis jurusan dan tingkatan strata ijazah, terserah keinginan pemesan.

Warga Jalan Mesjid Taufik Medan/Jalan Satria Ujung, Perumahan Mekar Sari Blok B No 1 D, Deli Tua, Deliserdang itu ditangkap di salah satu kantor di Jalan Gatot Subroto Medan. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, seperti mesin cetak, puluhan ijazah S2 palsu, transkip nilai palsu, serta uang hasil transaksi ijazah palsu Rp 15 juta, brosur perkuliahan dan blangko ijazah S1 dan S2 yang masih kosong di 4 TKP berbeda, di antaranya di rumah tersangka.(*)


Editor: Ki Andang

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda