Kedua Kalinya, Ketua PW Muhammadiyah Sumut Dirampok Pasca Hadiri Pertemuan Aisyiyah

Shohibul Anshor Siregar (foto: dhabit-kabarhukum)

KABARHUKUM-Medan | Salah seorang Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumut (PWMSU), Drs Shohibul Anshor Siregar MSi, sedang ditimpa musibah. Shohibul dirampok orang tak dikenal saat berada di kawasan simpang Kayu Besar, Tanjung Morawa, pada Senin (28/9/2015) kemarin. Pada saat itu, Shohibul juga sedang bersama Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat PWMSU, Drs Aladin Berutu. Menariknya, perampokan itu terjadi saat keduanya baru saja menjadi pembicara di sebuah rumah makan di km. 16 Tanjung Morawa dalam acara Aisyiyah Sumut soal penanggulangan penyakit Tuberculosis. Juga, Shohibul sendiri bukan sekali ini dirampok. Beberapa waktu lalu, mobilnya juga dibongkar orang di kawasan Perumnas Mandala, Deliserdang

Shohibul Anshor Siregar (foto: dhabit-kabarhukum)
Shohibul Anshor Siregar (foto: dhabit-kabarhukum)

Menurut Shohibul, kejadiannya sekitar pukul 16.00 WIB sore. “Saya kehilangan sebuah tas berisi Laptop merk Lenovo beserta charger dan remotem, charger hp iphone, Power Bank,” kata Shohibul yang juga adalah Dosen Sosiologi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) ini.

Selain itu, beberapa dokumen penting yang berada dalam tas itu, turut raib. Di antaranya dokumen organisasi Angkatan ’66 Sumut termasuk surat untuk Prof Dr Usman Pelly dan Rektor Unimed, Prof Syawal Gultom. “Juga ada dokumen penting Muhammadiyah, beberapa focopy perda, dan undangan lainnya,” terang Shohibul sembari menambahkan ada beberapa buku tabungan yang juga hilang.

Dijelaskannya, sejak pukul 13.30, dia bersama Aladin Berutu menjadi narasumber diskusi dengan aktivis TB Care Aisyiyah Sumut. “Usai kegiatan sekitar pukul 15.45. Saya menumpang mobil Aladin Berutu. Beliau tidak merasa ada yang aneh pada mobil yang beliau kemudikan,” katanya.

Aladin Berutu kepada mengungkapkan, mereka sendiri semula merasa tidak ada yang janggal pasca menjadi pembicara di acara Aisyiyah tersebut. “Ya tidak ada perasaan apa-apa kalau soal itu,” kata Aladin.

Dari kronologis yang diceritakan, perampokan agaknya sudah dimulai saat perjalanan menuju pulang. “Saat melewati timbangan, beberapa ratus meter sebelum pintu tol, seorang pria yang berdiri di pinggir jalan berteriak dengan bahasa yang kurang jelas saya tangkap, tetapi menunjuk ke arah ban mobil,” terang Shohibul.

Mereka pun berhenti tepat di dekat sebuah tukang tempel ban. “Ban kiri belakang memang sudah kandas. Posisi tusukan penyebab kebocoran ban tidak di tengah, melainkan di bagian samping. Jenis benda yang digunakan ialah besi yang biasanya dugunakan untuk payung,” kata Shohibul yang merupakan mantan Ketua DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini.

Ditambahkannya, sebelum dia turun dari mobil, dia terlebih dahulu memindahkan laptop. “Sebelumnya saya letakkan di atas kursi baris kedua, ke bawah kursi depan sebelah kursi pengemudi. Saya kira tak sampai 5 menit dari depan ada seseorang pengendara sepeda motor memberi tahu bahwa tas dirampok. Saya periksa memang sudah raib,” ungkap Shohibul.

Shohibul dan Aladin sendiri sudah melaporkan kejadian ini ke Polsek Tanjung Morawa. Namun Shohibul berprasangka baik terhadap peristiwa yang dialaminya ini. “Semoga Allah membukakan hati orang yang khilaf mengambilnya,” katanya.

Sementara itu, Aladin mengatakan, mereka tidak akan menduga-duga ada apa di balik perampokan itu. Namun dia sendiri mengaku terkejut ketika dikatakan kalau Shohibul bukan sekali ini saja dirampok orang tak dikenal. “Oh iya? Kok bisa begitu, ya?” tanya dia.

Shohibul Anshor seperti diketahui selain merupakan salah seorang Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumut, juga merupakan aktivis yang dikenal kritis menyahuti persoalan sosial politik dan kemasyarakatan. Sementara soal perampokan itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada kabar positif dari pihak kepolisian tentang pengembangan kasus perampokan ini. (*)


laporan: Bolang

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*