PNS Mengeluh, Hingga Hari ini Server e-PUPNS Masih Lemot

Logo PUPNS (pupns.bkn.go.id)

KABARHUKUM-Lubuk Pakam | Program pendatatan ulang pegawai negeri sipili secara online (e-PUPNS) sudah berjalan sejak 1 September lalu. Namun hingga hampir sebulan, masih saja ada keluhan server pendataan yang ngadat. Server e-PUPNS disinyalir kewalahan saat diakses 4,5 juta PNS dalam waktu hampir bersamaan.

Logo PUPNS (pupns.bkn.go.id)
Logo PUPNS (pupns.bkn.go.id)

Dari pantauan kabarhukum.com, seminggu terakhir PNS ramai mendatangi  sejumlah warung internet di kota Lubuk Pakam untuk memasukkan data-data mereka ke e-PUPNS guna mendaftarkan ulang status ke-PNS-an mereka. Namun para PNS itu rata-rata terlihat kecewa, karena upaya mereka untuk menunaikan amanat UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 19 Tahun 2015 Tanggal:22 Mei 2015, Tentang Pedoman Pelaksanaan Pendataan Ulang Pegawai Negeri Sipil Secara Elektronik Tahun 2015 terhambat dikarenakan persoalan teknis lemotnya server e-PUPNS itu.

“Sudah seminggu, siang dan malam, saya bolak balik ke warnet untuk melakukan e-PUPNS, tapi selalu saja gagal,” ujar Mariani seorang PNS di salah satu warnet di Lubuk Pakam, Rabu (30/9/2015).

Mariani mengaku dirinya tak terlalu paham menggunakan internet, makanya dia dibantu oleh pihak pengelola warnet untuk melakukan e-PUPNS nya.

Indah, seorang operator warnet di Lubuk Pakam mengatakan, memang hampir semua PNS yang datang ke tempatnya mengeluh karena susahnya mengupload data e-PUPNS.

“Kita sudah bantu mereka, tapi tetap saja susah. Kayaknya problemnya ada pada server  e-PUPNS itu sendiri,” ujar Indah.

Seperti diketahu, belum lama ini Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengakui masih banyak keluhan server upload data e-PUPNS yang mati. “Kita akan cek apa penyebabnya kok masih ada laporan server lemot,” katanya di Jakarta, Jumat (25/9).

Padahal, jelas Bima, panitia penyelenggara e-PUPNS sudah menambah kapasitas server PUPNS. Ia juga menampik anggapan bahwa gangguan server ini bersifat nasional.

Dia berharap para PNS yang belum sukses melaksanakan upload data di e-PUPUNS tidak bingung berlebihan. Sebab program ini berjalan hingga 31 Desember. Terkait laporan server yang ngadat ini, Bima mengatakan belum ada rencana memperpanjang durasi program e-PUPNS.

Meskipun waktu pengisian data di e-PUPNS masih cukup panjang, Bima menjelaskan PNS tidak boleh meremehkannya.”Kalau datanya tidak di update di e-PUPNS, kita tidak tahu PNS yang bersangkutan itu masih aktif atau tidak,” tuturnya.

Data yang belum masuk hingga batas akhir e-PUPNS, akan diinvestigasi. Jika PNS-nya memang tidak valid, maka akan dihapus dalam database nasional.

Terkait server e-PUPNS yang ngadat, Herman optimis BKN bakal mengatasinya dengan cepat. Apalagi BKN pusat dibantu sejumlah kantor regional (kanreg) BKN yang tersebar di sejumlah daerah.

Pendataan ulang Pegawai Negeri Sipil (PNS) nasional merupakan kegiatan pemutakhiran data PNS yang dilakukan secara online dan dilaksanakan sejak bulan Juli dan berakhir pada Desember 2015. Untuk proses pemutakhiran data ini setiap PNS memulai dengan melakukan pemeriksaan data yang tersedia dalam database kepegawaian BKN dan selanjutnya PNS, melakukan perbaikan data yang tidak sesuai serta menambahkan/melengkapi data yang belum lengkap/tersedia di database BKN.


Laporan: Maestro Sihaloho

 

 

 

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*