Program Indonesia Pintar di Medan Diduga Dipungli, Dinas Pendidikan Medan Buang Badan

KABARHUKUM-Medan | Program Indonesia Pintar (PIP) dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo. Namun rupanya program ini tak sepintar seperti yang diomongkan. Program itu, di tahun 2015 ini telah memasuki masa pendistribusian atau pencarian semester I, yang diketahui telah dijadwalkan pada bulan Agustus-September. Namun ironisnya, hingga menjelang akhir September, masih ada siswa-siswi yang belum bisa merasakan manfaat Bantuan Siswa Miskin (BSM) itu.

Dinas Pendidikan Medan (ilustrasi)
Dinas Pendidikan Medan (ilustrasi)

Di SDN 060902 di Jalan Mangkubumi, Medan misalnya. Di sekolah yang dipimpin oleh Plt Kepala Sekolah, Sukmasari SPd itu, beberapa orang tua siswa mengeluh karena belum bisa merasakan manfaat BSM, meski telah mendapat surat pemberitahuan pencairan dana melalui rekening.

Tak hanya itu, Sukmasari juga diduga pernah memungut sejumlah uang dari orang tua siswa sebagai pelicin proses pencairan dana bantuan itu. “Makannya kami kasih (uang), kami kira kayak biasa. Soalnya yang biasa kalau udah cair kami biasa ngasi,” aku ortu siswa, Ismawati (34).

Sampai saat ini, terhitung tujuh ortu siswa belum menerima dana tersebut, dan ada indikasi lebih dari tujuh yang belum menerima dana itu. “‘Saya perlu mengahadap ke dinas pendidikan, Bu?’ Dia bilang ga usah, ‘saya udah telpon KUPT’ katanya,” kata ortu siswa, Juliani (41) menirukan ucapan Plt Kepsek.

Saat dikonfirmasi di ruangannya, Plt Kepsek, Sukmasari tidak ada di tempat. Salah seorang tenaga pengajar di sekolah itu mengatakan, jika Sukmasari sedang tidak di lokasi. “Gak ada ibu Plt Kepsek. Kalau abang mau ketemu, besok pagilah jam 8. Soalnya besok pembagian honor, dan dia pasti datang kalau itu,” ujar guru Agama Hindu itu.

Ironisnya, Dinas Pendidikan (Disdik) Medan, yang menjadi penanggungjawab seluruh kekisruhan di dunia pendidikan di Kota Medan, justru terkesan lepas tangan. Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan Medan, Marasutan Siregar, diinformasikan tidak ada di ruangannya kurun waktu 3 hari sejak hari ini, Rabu (30/9/2015).

Pada hari pertama Marasutan tidak bisa ditemui dengan alasan sedang ada tugas di luar, begitu juga dengan esok harinya. Memasuki hari ke tiga, Rabu (30/9/2015), pegawai yang bertugas di Bagian Umum Dinas itu, Siregar, mengatakan, Kadis sedang melaksanakan rapat membahas mengenai pembenahan kantor. “Pak Kadis ada, tapi lagi rapat. Ini mau masuk jam makan siang, belum tahu kapan siapnya,” ucapnya.

Tak hanya itu, Disdik Medan juga bersikap lepas tangan dalam mengatasi kelancaran pendistribusian dana BSM ini. Saat wartawan berusaha mengkonfirmasi secara langsung mengenai keterlambatan itu, salah seorang pegawai wanita yang bertugas di dinas itu malah menutup segala informasi dan mencoba menghalangi wartawan yang bermaksud menemui Kadis. “Abang ada surat tembusan? Kalo enggak ada gak bisa ketemu dengan Pak Kadis. Ini peraturan lama,” katanya dengan ekspresi wajah angkuh.

Padahal, tidak ada ketentuan itu selama ini. (*)


laporan: Bolang

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda