Pimpinan DPRD Sumut Periode 2009-2014 Bantah Terima Duit Gatot

Ruang rapat paripurna DPRD Sumut. (foto: beritasatu)

KABARHUKUM-Jakarta | Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Periode 2014-2019 Ajib Syah, Ketua DPRD Sumut Periode 2009-2014 Saleh Bangun, membantah mereka menerima suap dari Gubernur Sumut (non-aktif) Gatot Pujo Nugroho. Bantahan itu diungkapkan mereka saat keluar dari pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait suap dari Gatot, pada Selasa (10/11/2015).

Ruang rapat paripurna DPRD Sumut.  (foto: beritasatu)
Ruang rapat paripurna DPRD Sumut.
(foto: beritasatu)

Awak media yang menemui Ajib di KPK, langsung menanyakan apakah Ajib menerima sejumlah uang dari Gatot. “Siapa yang bilang?” tegas Ajib kepada wartawan, Selasa (10/11/2015).

Demikian juga Saleh Bangun. Kepada wartawan, Calon Walikota Binjai ini pun mengaku tidak menerima suap dari Gatot. “Enggak (terima),” kata dia singkat, sebelum masuk ke dalam gedung KPK.

Selain mereka berdua, hari ini, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap empat anggota dan mantan anggota DPRD Sumut lainnya yang berstatus tersangka dalam kasus ini, yaitu Chaidir Ritongga, Kamaludin Harahap dan Sigit Pramono Asri.

Sementara itu, Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati menyatakan, kelima politisi Sumut itu diperiksa sebagai tersangka. Namun dia belum bisa memastikan apakah mereka nantinya akan langsung ditahan usai pemeriksaan atau tidak.

Sebelumnya, KPK sendiri telah menetapkan enam tersangka dalam dugaan suap ini yaitu Gatot Pujo Nugroho, Ajib Shah, Saleh Bangun, Chaidir Ritonga, Kamaludin Harahap dan Sigit Pramono Asri. Status ini berkaitan dengan persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprovsu tahun 2012-2014, persetujuan perubahan APBD Sumut tahun 2013 dan 2014, pengesahan APBD Sumut tahun 2014 dan 2015 serta penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Provinsi Sumut tahun 2015. (*)

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*