Tahun Baru, Polsek Medan Barat Gagalkan Peredaran Ganja

KABARHUKUM- Medan | Petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Medan Barat kembali mengagalkan peredaran narkoba jenis daun ganja kering seberat 1 Kg dari tangan seorang kurir. Adapun kurir barang haram yang berhasil diringkus petugas Polsek pimpinan Kompol Victor Ziliwu tersebut adalah Rudi Hartono (35). Warga Jalan Glugur ini ditangkap oleh Unit Lalu Lintas Polsek Medan Barat  bersama teman wanitanya, Linda Wati (30, ), Jumat (1/1/2016) lalu di kawasan Jalan Kol Yos Sudarso.

Ilustrasi ganjaDari tangan dua sejoli ini, disita barang bukti paket ganja kering sebanyak 1 Kg dari dalam tas ranselnya.

Informasi yang dihimpun di Polsek Medan Barat menyebutkan, penangkapan Rudi berawal dari razia petugas Unit Lantas Polsek Medan Barat di depan Supermarket Maju Bersama Jalan KL Yos Sudarso. Siang itu, tersangka melintas dari kawasan Glugur hendak menuju Brayan.

Ketika melintas, Rudi yang mengendarai sepeda motor jenis bebek panik lantaran ada razia polisi. Tak mau konyol, ia langsung memutar balik arah kendaraannya kembali menuju kawasan Glugur.

Naas, seorang petugas Unit Lantas Polsek Medan Barat, Brigadir AS Widodo yang melihat, merasa curiga. Tanpa membuang waktu, petugas tersebut melakukan pengejaran terhadap tersangka.

Upaya Brigadir AS Widodo membuahkan hasil. Ia berhasil menghentikan laju kendaraan tersangka. Akan tetapi, Rudi langsung turun dari kendaraannya dan meninggalkan teman wanitanya. Dia kemudian berlari sekencang-kencangnya ke arah Glugur.

Tak ingin buruannya kabur, petugas pun turun dari kendaraannya dan langsung berlari mengejar tersangka. Hanya berjarak sekitar 300 meter, tersangka akhirnya berhasil diringkus setelah dilumpuhkan menggunakan tongkat.

Setelah berhasil menangkapnya,  petugas menemukan 1 Kg ganja kering dari dalam tas ransel tersangka dan  kemudian diboyong bersama teman wanitanya ke Polsek Medan Barat.

“Kita sedang razia rutin di Jalan KL Yos Sudarso. Lalu, tersangka yang mengendarai sepeda motor bersama temannya tiba-tiba memutar balik arah. Karena curiga, kita mengejar dan menangkapnya. Saat digeledah, ternyata kecurigaan itu benar dan menemukan 1 Kg ganja dari dalam tas ranselnya,” ujar  Kapolsek Medan Barat Kompol Victor Ziliwu, Senin (4/1/2016).

Menurut hasil pemeriksaan, sambungnya, ganja tersebut hendak diantar kepada pemesannya di kawasan Brayan. Namun, setelah dilakukan pengembangan ternyata pemesan barang haram itu telah kabur dan nomor ponselnya tidak dapat dihubungi lagi.

“Pengakuan Rudi, dia hanya mengantar saja. Untuk mengelabui polisi, dia mengajak teman wanitanya. Akan tetapi, sewaktu ada razia dia panik,” imbuh  Victor.

Selain itu, ia menambahkan, saat ini pihaknya masih mendalami kasusnya  untuk mengejar bandar dan jaringan lainnya.

Sementara itu, dengan wajah lesu, tersangka Rudi mengaku memperoleh barang haram tersebut dari seorang bandar di Kampung Kubur. Namun, Rudi berdalih tak mengenal sang bandar. Karena, ganja itu diterima dari kaki tangan sang bandar.

“Belinya Rp 800 ribu dan ‘ku jual lagi Rp 1 juta, ‘kan lumayan untung Rp 200 ribu. Kalau bandarnya aku enggak tahu siapa.  Karena, barang itu diantar anggotanya,” ujar Rudi berkilah.

Mengenai teman wanitanya, tambahnya,  sengaja ikut dibawanya agar polisi tidak curiga. “Itulah karena ada razia aku panik. Jadi, aku balik arah tapi dikejar polisi dan berhasil ditangkap setelah aksi kejar-kejaran,” tandasnya. (*)


Laporan: Adek Siahaan

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*