Warga Turunan Operator Judi Online Dibekuk Polisi

Kasat Reskrim, Kompol Aldi Sunartono (tengah) Didampingi Kanit Pidum dan Panit Pidum Satreskrim Polresta Medan Saat Paparkan Tangkapan Judi Online. (Foto: Adek Siahaan/kabarhukum.com)

KABARHUKUM-Medan | Unit Pidana Umum (Pidum), Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), Polresta Medan berhasil membekuk operator judi online di Jalan Pendidikan, Komplek perumahan Liberty No. C-15, Kecamatan Medan Barat.

Kasat Reskrim, Kompol Aldi Sunartono (tengah) Didampingi Kanit Pidum dan Panit Pidum Satreskrim Polresta Medan Saat Paparkan Tangkapan Judi Online. (Foto: Adek Siahaan/kabarhukum.com)
Kasat Reskrim, Kompol Aldi Sunartono (tengah) Didampingi Kanit Pidum dan Panit Pidum Satreskrim Polresta Medan Saat Paparkan Tangkapan Judi Online. (Foto: Adek Siahaan/kabarhukum.com)

Kepala Satuan (Kasat), Reskrim Polresta Medan, Komisaris Polisi (Kompol), Aldi Subartono yang didampingi Kepala Unit (Kanit), Pidum dan Pengawas Unit (Panit), Pidum kepada sejumlah wartawan di Mapolresta Medan, Kamis (7/1), menyampaikan bahwa dibekuknya opertor judi jaringan internasional yang berpusat di Kamboja tersebut berdasarkan penyelidikan personil Pidum Satreskrim Polresta Medan.

“Awal Desember 2015 lalu, petugas melakukan penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana perjudian dan menggerebeknya pada Selasa, (5/1), ” terang Aldi.

Lanjut dikatakan mantan Kapolsek Medan Sunggal ini, bahwa praktik perjudian yang sudah beroperasi selama setahun ini melalui Situs www.SBOBET.com, www.Ultra88.com dan www.368.com serta situs www.poker88.com.

“Praktik tindak pidana perjudian ini sudah berlangsung selama setahun, dalam melakukan pembayaran menggunakan jasa pihak Bank dalam bertransaksi,” ujar Aldi.

Untuk menggulung praktik perjudian tersebut, sambung Aldi, pihaknya kini tengah memburu bandar judi tersebut. “Kita akan memburu bandarnya, ” imbuh Aldi.

Kendati telah menangkap opertor judi online tersebut, akan tetapi untuk sementara polisi hanya menetapkan kedua ibu rumah tangga warga turunan China tersebut dengan pasal 303 ayat (1) ke 1e,2e KUHP.

“Untuk sementara hanya pasal perjudian kita sangkakan terhadap keduanya, untuk pasal lainnya kita akan proses lebih lanjut,” tandas Aldi.

Adapun ibu rumah tangga warga turunan China operator judi online yang berhasil ditangkap petugas tersebut ialah : AM, (32), warga Jalan Brigjen. Zein Hamid Gang Sofyan No. 34 Lingkungan VIII, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor. HJ, (34), juga turunan China warga Jalan Brigjend Katamso No. 18. Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor.

Selain mengamankan kedua tersangka ibu rumah tangga keturunan China tersebut, polisi juga mengamankan satu unit Laptop, dua unit monitor berikut CPU nya, satu unit Samsung Galaxy Tab dan empat unit telepon genggam berbagai merek beserta lima buah token berbagai BANK berikut buku tabungannya sebagai barang bukti.

Sementara itu, tersangka yang sempat diwawancarai mengatakan sudah setahun berperan sebagai operator dengan imbalan tiga juta rupiah sebulan, “benar bang, sudah setahun kami jadi operator dengan imbalan tiga juta rupiah sebulan,” ujarnya tertunduk.(*)


Laporan: Adek Siahaan

Bagi berita:

6 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*