10 Hari Lagi, Partai Golkar Berganti Jadi Partai Golkar Indonesia (PGI)

Ilustrasi kisruh Partai Golkar.(liputan6)

KABARHUKUM-Jakarta | Kisruh partai berlambang pohon beringin Partai Golongan Karya (Golkar) tampaknya telah mencapai puncaknya. Kekecewaan para kadernya atas kisruh yang tak berkesudahan itu, dijawab dengan membentuk partai baru bernama Partai Golkar Indonesia (PGI).

Ilustrasi kisruh Partai Golkar.(liputan6)
Ilustrasi kisruh Partai Golkar.(liputan6)

Ketua Panitia Deklarasi PGI, Syamsul Hidayat, seperti dilansir JPNN mengklaim bahwa para pengurus DPD Partai Golkar di 520 daerah se Indonesia bersatu. Mereka sepakat untuk mendeklarasikan terbentuknya Partai Golkar Indonesia (PGI), paling lambat sepuluh hari ke depan.

“Persiapan sudah hampir 100 persen, Insyaallah 10 hari ke depan kami deklarasikan,” kata Syamsul di Jakarta.

Dijelaskan Syamsul, alasan pembentukan PGI sebagai bentuk kekecewaan para kader Golkar di daerah yang tidak diperhitungkan sama sekali dalam proses rekonsiliasi partai beringin.

Padahal, pasca Munas Ancol, yang sempat disahkan Kementerian Hukum dan HAM telah terbentuk kepengurusan partai di 520 provinsi dan kabupaten/kota. Tapi, keberadaan mereka tak dipandang oleh DPP Golkar dalam menjajaki penyatuan partai kembali.

Kemudian, para kader partai beringin di daerah juga menolak diterbitkannya kembali SK kepengurusan Munas Riau oleh Menteri Hukum dan HAM, Nomor M.HH-02.AH.11.01, tertanggal 28 Januari 2016.

Alasan menentang dihidupkannya kembali SK Munas Riau tahun 2009, karena SK itu sudah dua kali dimatikan. Kemudian Mahkamah Partai telah bersidang menghasilkan tim transisi dan diakui pemerintah.(*)

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda