‘Saya Muslim dan Bukan Teroris, Jika Anda Percaya Saya, Berikan Saya Pelukan’

Muna Adan dipeluk seorang gadis kecil (foto: dailymail)

KABARHUKUM-London | Merasa sedih dan kecewa melihat stigma yang melekat pada Muslim saat ini, Muna Adan, pelajar Inggris berusia 18 tahun berinisiatif menunjukkan Muslim tak identik dengan terorisme, radikalisme, dan kekerasan.

Muna Adan dipeluk seorang gadis kecil (foto: dailymail)
Muna Adan dipeluk seorang gadis kecil
(foto: dailymail)

Inisiatif yang dilakukan Muna dengan melakukan aksi dengan mata tertutup memberikan pelukan bagi siapa yang mempercayai kebenaran bahwa Muslim tidak identik dengan semuanya itu di Trafalgar Square, London,

Dilansir dari Republika, aksi ini mendapat respon luar biasa, bahkan viral di media sosial. “Untuk banyak orang yang belum mengenal Islam dan Muslim secara langsung, itu yang mereka pikirkan,” ujar Adan menanggapi stigma radikal yang dihadapi Muslim saat ini.

“Saya hanya menunjukkan kami tidak kejam. Saya ingin agama saya yang dianggap buruk ini dipandang lebih baik melalui apa yang saya lakukan.”

Matanya yang ditutup kain merupakan suatu pesan bahwa Adan tidak akan menilai, menghakimi, dan memandang siapapun yang memeluknya. Ia tidak akan menilai mereka dari ras maupun agama masing-masing.

Dalam aksinya bertajuk ‘Saya Seorang Muslim, dan Bukan Teroris. Jika Anda percaya saya, Berikan Saya Pelukan’ itu Adan membawa seorang teman untuk berjaga-jaga adanya situasi buruk menimpa. Ia mengatakan sempat merasa gugup, dan tidak menyangka antusiasme masyarakat begitu positif. Sejak siang ia memulai aksi, pelukan demi pelukan diterimanya.

“Saya hanya mengharapkan beberapa pelukan, tetapi tidak memikirkan efeknya begini besar. Ketika saya memulai, saya langsung mendapat sebuah pelukan, dan itu terus terjadi,” ceritanya.

Walau mendapat respon positif dari rekan-rekan sesama Muslim, beberapa komentar negatif yang kurang menyetujui tindakannya bermunculan. Beberapa orang mengatakan tidak seharusnya ia memeluk laki-laki asing. Namun Adan memahami kritik tersebut.(*)


sumber: Republika

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda