Dahnil Anzar Simanjuntak: Madrasah Anti Korupsi Adalah Tafsir Baru dari Teologi Al-Ma’un

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dan aktivis ICW Tama S Langkun. (Foto: Maestro Sihaloho/kabarhukum.com)

KABARHUKUM-Medan | Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan Gerakan Berjamaah Lawan Korupsi dan Program Madrasah Anti Korupsi (MAK) adalah sebuah gerak masa depan yang memiliki banyak tantangan.

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dan aktivis ICW Tama S Langkun. (Foto: Maestro Sihaloho/kabarhukum.com)
Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dan aktivis ICW Tama S Langkun. (Foto: Maestro Sihaloho/kabarhukum.com)

“Jadi, memulai gerakan ini tentunya tidak mudah dan pasti banyak mendapat cibiran. Dan jujur saya katakan, bahwa selama ini cibiran yang paling tinggi untuk Madrasah Anti Korupsi itu justru datang dari Sumut,” ujar Danil dalam rangkaian acara MAK Road to Sumatera di Kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Jalan Kapt. Muchtar Basri Medan, Sabtu (30/1/2016).

Namun, kata Dahnil, hal itu tentunya  tak perlu terlalu ditanggapi serius, karena itu sudah menjadi konsekuensi dari perjuangan. “Yang jelas, gerakan ini adalah perjuangan yang tak mudah. Disaat seorang kader Pemuda Muhammadiyah sudah komit memakai kaos MAK yang bertuliskan ‘Berjama’ah Lawan Korupsi’, maka sesungguhnya itu sudah menjadi beban yang luar biasa berat, artinya sama saja ia telah memenjarakan dirinya untuk selalu konsisten melawan korupsi dan tidak melakukan tindakan korupsi,” tegas Dahnil di hadapan puluhan kader Pemuda Muhammadiyah Sumut yang mengikuti acara tersebut.

Dahnil juga menjelaskan, bahwa Gerakan Berjamaah Lawan Korupsi dan program Madrasah Anti Korupsi merupakan perwujudan dari ijtihad Pemuda Muhammadiyah dalam menafsirkan spirit ‘Teologi Alma’un” yang selama ini menjadi elan gerakan Muhammadiyah.

“Gerakan ini adalah tafsir baru kita terhadap teologi Alma’un, dimana hari ini salah satu penyebab kemiskinan dan kebodohan yang melilit mayaoritas rakyat Indonesia dan ummat Islam dikarenakan korupsi,” ujarnya.

Jadi, lanjut Dahnil, gerakan ini adalah momentum bagi Pemuda Muhammadiyah untuk memberikan kontribusi bagi kemaslahatan bangsa ini, yakni salahsatunya dengan menggelorakan Gerakan Berjamaah Lawan Korupsi yang dimulai dari diri sendiri.”Ibda’ bi nafsih,” pungkasanya. (*)


 

Laporan: Maestro Sihaloho

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda