Gerakan Berjama’ah Anti Korupsi, Haedar Nashir: Mulailah dari Menghindari yang Subhat

Ketua PWPM Sumut M Basir Hasibuan menyerahkan cindramata t-shirt Berjamaah Lawan Korupsi kepada Ketua PP Muhammadiayah Dr Haedar Nashir MSi. (Foto: Maestro Sihaloho/kabarhukum.com)

KABARHUKUM-Medan | Gerakan berjama’ah melawan korupsi harus dimulai dari kesadaran untuk menghindari hal-hal yang subhat (abu-abu), yang kemudian berpotensi menyeret seseorang untuk melakukan tindak pidana korupsi.

Ketua PWPM Sumut M Basir Hasibuan menyerahkan cindramata t-shirt Berjamaah Lawan Korupsi kepada Ketua PP Muhammadiayah Dr Haedar Nashir MSi. (Foto: Maestro Sihaloho/kabarhukum.com)
Ketua PWPM Sumut M Basir Hasibuan menyerahkan cindramata t-shirt Berjamaah Lawan Korupsi kepada Ketua PP Muhammadiayah Dr Haedar Nashir MSi. (Foto: Maestro Sihaloho/kabarhukum.com)

Demikian tausyiah dan pencerahan yang disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr Haedar Nashir MSi mengatakan dalam acara “Madrasah Anti Korupsi (MAK) Pemuda Muhammadiyah Road to Sumatera” yang diadakan di kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Jalan Kapten Muchtar Basri Medan, Sabtu (30/1/2016).

“Sebenarnya, yang dilarang itu kita melakukan sesuatu yang ‘haram’, namun dalam rangka bertekat untuk sungguh-sungguh melawan korupsi yang nota-bene sebuah prilaku yang diharamkan agama, maka tidak salah kita memulainya dengan berupaya sedini dan sedapat mungkin menghindari hal-hal yang subhat atau abu-abu,” ujar Haedar di hadapan puluhan kader Pemuda Muhammadiyah Sumut.

Dalam kesempatan itu, Haedar juga mengapresiasi dan mendukung program MAK yang digagas PP Pemuda Muhammadiyah tersebut. “Madrasah ini (MAK-red) adalah sebuah gerakan nilai yang kita harapkan kelak bisa membangun dan mendorong tumbuhnya budaya baru yang membumi, yakni budaya anti korupsi di republik ini,” tegasnya.


Laporan: Maestro Sihaloho

 

 

 

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda