Wakilnya Mundur, Bukti HM Prasetyo Tak Profesional Pimpin Kejagung

KABARHUKUM-Jakarta | Mundurnya orang nomor dua di korps Adhyaksa, Wakil Jaksa Agung Andhi Nirwanto dinilai sebagai sinyal lampu merah bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Apalagi Andhi masih memiliki waktu menjabat selama 2 tahun lagi yang tentunya hal itu membuat gaduh para pejabat Kejaksaan Agung (Kejagung) pimpinan Jaksa Agung HM Presetyo ini.

kejagung

Hal ini disampaikan Guru Besar Universitas Kristen (UKI), Muchtar Pakpahan dan menegaskan itu semua terjadi akibat dari Presiden Jokowi telah menunjuk Jaksa Agung yang tidak berlatar belakang orang profesional.

“Ini merupakan pesan kepada Presiden Jokowi dan juga sebagai sinyal bahwa sudah lampu merah dalam penegakan hukum di Kejaksaan Agung,” kata Muchtar di Jakarta.

Ia menilai, mundurnya Andhy disebabkan tidak objektifnya Prasetyo dalam menegakkan hukum di Indonesia. Kata dia, mundurnya Andhy karena tidak ingin adanya tabrakan hukum dalam menangani suatu kasus.

“Wakil Jaksa Agung itu orang profesional dia tidak ingin terjadi tabrakan hukum karena kepentingan politik. Oleh karena itu Jaksa Agung harus segara diganti,” ucapnya.

Mochtar menjelaskan, Presiden Jokowi harus segera mengganti Prasetyo karena diduga berafiliasi dengan Partai Nasdem. Sehingga, penegakan hukum yang merupakan salah satu Nawa Cita mantan Wali Kota Solo itu tidak berjalan.

“Pasti dia tidak adil karena dia (Presetyo) memiliki kepentingan dari orang-orang politik. Baik yang terlapor, tersangka maupun terdakwa. Padahal salah satu Nawa Cita Presiden itu kan soal penegakan hukum,” pungkasnya.

ARTIKEL TERKAIT

Komentar Anda