Ini Alasan Lengkap Pelindo 1 Berani Targetkan Kuala Tanjung Tahap I Selesai Akhir Tahun 2016

Direktur Utama Pelindo 1, Bambang Eka Cahyana saat menyampaikan perkembangan pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung (foto: andang-kabarhukum.com)

KABARHUKUM-Medan | Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung Tahap I untuk Terminal Multi Purpose ditargetkan akan selesai dibangun pada akhir tahun 2016 dan efektif beroperasi pada kuartal 1 2017. Ini dibuktikan dengan pembangunan fisik pelabuhan milik PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 yang digadang-gadang akan menjadi pelabuhan terbesar di Indonesia bagian barat ini, telah mencapai 42%. Tahap 1, pelabuhan ini akan memiliki fasilitas trestle sepanjang 2,7 km, dermaga sepanjang 500 meter, container yard dengan kapasitas 500.000 TEUs dan kedalaman kolam 14–17 mLWS.

Direktur Utama Pelindo 1, Bambang Eka Cahyana saat menyampaikan perkembangan pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung (foto: andang-kabarhukum.com)
Direktur Utama Pelindo 1, Bambang Eka Cahyana saat menyampaikan perkembangan pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung
(foto: andang-kabarhukum.com)

Direktur Utama Pelindo 1, Bambang Eka Cahyana kepada awak media, Kamis (10/3/2016) menyatakan bahwa Pelabuhan Kuala Tanjung akan dikembangkan sebagai “Industrial Gateway Port” yang mengintegrasikan pelabuhan dan kawasan industri. Dimana, pelabuhan ini akan dikembangkan dalam 4 (empat) tahap, yaitu tahap I pengembangan Terminal Multi Purpose Kuala Tanjung (2015-2017), tahap ke-II pengembangan kawasan Industri di Kuala Tanjung seluas 3000 Ha (2016-2018), tahap ke-III pengembangan Dedicated Terminal/Hub Port (2017-2019) dan tahap ke-IV pengembangan kawasan industry terintegrasi (2021-2023).

“Letak strategis wilayah kerja Pelindo 1 yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka, yang merupakan alur pelayaran terpadat di dunia merupakan potensi dan peluang yang harus dikembangkan. Selain mengembangkan Pelabuhan Kuala Tanjung, Pelindo 1 juga mengoptimalkan potensi yang dimiliki salah satunya dengan mengoptimalkan pelayanan pada segmen Pelayanan Kapal atau Marine Service. Pelayanan Marine Service ini seperti, seperti pelayanan pemanduan laut dalam (Deep See Pilotage) di Selat Malaka, pelayanan kegiatan Ship To Ship Transfer (STS) atau kegiatan alih muat komoditas dari satu kapal ke kapal lain di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, dan pelayanan pemanduan dan penundaan di Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS),” jelas Bambang Eka Cahyana.

Lanjutnya, untuk semua optimalisasi tersebut Pelindo 1 telah menyiapkan segala sumber daya yang dimiliki seperti kesiapan SDM, Fasilitas dan Peralatan. Salah satunya adalah dengan menambah satu armada kapal, yaitu Kapal Tunda atau Tug Boat yang bernama Sei Deli V yang akan melayani kegiatan marine services di pelabuhan Tanjung Balai Karimun yang merupakan cabang di wilayah Pelindo 1 yang berda dikawasan perairan Selat Malaka.

Penataan Pelabuhan Belawan

“Selain itu Pelindo 1 juga sudah melakukan penataan di Pelabuhan Belawan, diantaranya adalah penyediaan fasilitas Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) dan Tempat Penimbunan Sementara (TPS). Fasilitas TPFT ini merupakan TPFT online pertama di luar Pulau Jawa yang dapat dioptimalkan untuk menunjang kegiatan pemeriksaan fisik bea cukai dan karantina dengan mekanisme pemeriksaan karantina dilakukan terlebih dahulu sebelum respon kepabeanan atau secara bersama-sama (join inspection). Dengan adanya TPFT, proses waktu kegiatan pemeriksaan (behandle) petikemas impor menjadi lebih efektif karena sudah menggunakan sistem online yang terintegrasi,” ucap Bambang.

Selain TPFT, Pelindo 1 juga sudah menata fasilitas di Terminal Penumpang Pelabuhan Belawan secara lebih modern. Setelah melakukan penambahan 2 (dua) unit fasilitas garbarata, Pelindo 1 saat ini sedang melakukan pembangunan skybridge yang menghubungkan Terminal penumpang Pelabuhan Belawan dengan Stasiun Kereta Api Belawan, yang berfungsi sebagai penghubung integrasi antar moda kereta api dan kapal laut.

“Ke depan, Pelindo 1 juga akan terus melakukan penataan dan pembenahan Pelabuhan Belawan. Diantaranya penataan dedicated terminal, dimana nantinya akan dibangun car terminal, cold storage untuk komoditi hasil pertanian, pembangunan terminal curah kering, penambahan terminal petikemas sampai kapasitas 2 juta teus, dan juga pendalaman alur di Pelabuhan Belawan, “ sambung Bambang

Traffik dan Kinerja Pelindo 1

“Selanjutnya untuk realisasi trafik yang merupakan pasar utama jasa kepelabuhanan selama tahun 2015 di jelaskan, bahwa untuk kunjungan kapal ke Pelindo 1 terealisasi sebesar 70.258 call dengan Gross Tonage sebesar 161.401.955 GT, dan untuk trafik barang terealisasi sebesar 46.906.025 ton. Sementara untuk bongkar muat peti kemas, terealisasi sebesar 1.196.891 TEUs atau setara dengan 982.045 box, dan untuk arus penumpang yang melalui pelabuhan-pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo 1 sebesar 5.218.553 orang,” jelas Bambang lagi.

Untuk realisasi kinerja operasional di seluruh cabang pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo 1, menunjukkan kinerja yang positif. Hal ini tampak dari waiting time yang semakin singkat, seperti di Pelabuhan Belawan waiting time sebesar 0,85 jam/kapal, di BICT 0,88 jam/kapal, di TPKDB 0,95 jam/kapal dan di Pelabuhan Dumai sebesar 0,12 jam/kapal. Hal ini karena Pelindo 1 telah meningkatkan kesiapan sarana pendukung pemanduan dan memaksimalkan perencanaan waktu tunggu dermaga.

“Kinerja produktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan Belawan juga semakin membaik, dimana selama tahun 2015 Pelabuhan Belawan mampu melayani bongkar muat general cargo dengan produktivitas sebesar 45,20 T/G/H, dan BICT mampu melayani bongkar muat petikemas dengan produktivitas sebesar 33,53 B/S/H dan TPKDB sebesar 25,68 B/S/H. Produktivitas ini semakin membaik karena Pelindo 1 terus memaksimalkan kesiapan alat B/M, kesiapan alat angkutan dan gudang penerima untuk komoditi barang yang dimuat maupun dibongkar,” pungkas Bambang.

Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung yang terletak di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara ini sejalan dengan program pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia melalui program tol laut. Pengembangan Kuala Tanjung merupakan kunci untuk mengembangkan sektor logistik di Indonesia.

Proses pembangunan Terminal Multi Purpose Pelabuhan Kuala Tanjung oleh Pelindo 1 ini, relatif cepat sejak diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 27 Januari 2015 yang lalu.(*)

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*