Terbukti Suap, Gatot Divonis 3 Tahun dan Evy 2,5 Tahun Penjara

KABARHUKUM-Jakarta | Majelis Hakim yang diketuai Sinung Hermawan akhirnya menjatuhkan vonis 3 tahun penjara kepada Gubernur Sumut nonaktif Gatot Pujo Nugroho dan 2,5 tahun penjara kepada istrinya, Evy Susanti. Mereka dinyatakan terbukti bersalah karena menyuap tiga hakim dan satu panitera PTUN Medan serta menyuap Patrice Rio Capella.

ilustrasi
ilustrasi

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa I Gatot Pujo Nugroho 3 tahun dan terhadap terdakwa II Evy Susanti selama 2 tahun 6 bulan dan denda masing-masing Rp 150 juta,” kata Sinung Hermawan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (14/3/2016).

Perbuatan Gatot-Evy yang telah menyandang status “justice collaborator” dinyatakan hakim telah memenuhi unsur yang terangkum dalam Pasal 6 ayat 1 huruf a dan Pasal 13 a UU Tipikor sebagaimana yang telah didakwakan.

Sementara pernyataan Gatot-Evy yang membantah menyuap tiga hakim dan satu panitera PTUN Medan dengan dalih uang yang diberikan kepada Kaligis merupakan “lawyer fee” ditolak oleh hakim.

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa yang menuntut pidana penjara 4,5 tahun untuk Gatot dan 4 tahun penjara kepada Evy dan denda masing-masing Rp 200 juta subsidair 5 bulan. Gatot-Evy menerima putusan tersebut dengan tidak mengajukan banding. Sementara pihak jaksa penuntut umum menyatakan pikir-pikir.

Vonis dijatuhkan setelah majelis hakim memeriksa 17 saksi antara lain Ahmad Fuad Lubis, M Yagari Bhastara alias Garry, Patrice Rio Capella, Fransisca Insani Rahesti alias Sisca dan Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi selain sejumlah alat bukti serta memeriksa kedua terdakwa.(*)

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*