Kampung di Jakarta akan Digusur, Yusril: “Kita Terperosok Ke Dalam Kecongkakan.”

KABARHUKUM-Jakarta | Penggusuran demi penggusuran masih terus berlanjut di Jakarta dengan alasan demi ruang terbuka hijau. “Sekali-kali jangan melupakan sejarah, karena masa kini kita terbentuk oleh berbagai peristiwa sejarah masa lalu yang panjang. Kini tiap kali kita mendengar Jakarta perlu ruang terbuka hijau, maka kampung-kampunglah yang jadi sasaran untuk dihabisi,” ujarnya di Jakarta pada Selasa (29/3/2016).

Yusril Ihza Mahendra
Yusril Ihza Mahendra

Yusril menegaskan, seperti rakyat di Kampung Luar Batang itu memang sederhana dan hidup apa adanya. Mereka tentu tak berdaya berhadapan dengan penguasa yang seringkali bersekongkol dengan pengusaha.

“Kampung Luar Batang dengan makam seorang yang diyakini oleh sebagian umat Islam sebagai waliyullah kini tengah jadi sasaran. Kita seperti kehilangan kepekaan akan hal-hal  yang jauh berada di luar materi, yakni spiritualitas dan kenangan-kenangan  sejarah masa lalu. Kita terperosok ke dalam kecongkakan seolah kita bukan bagian dari sejarah perjalanan sebuah bangsa,” tegas Yusril.

“Luar Batang merupakan saksi sejarah perkembangan Jakarta dari zaman lampau hingga jadi sebuah metropolitan di zaman kita,’’ kata Yusril, Selasa (29/3).

Menurut Yusril, Fatahillah merebut Sunda Kelapa dari tangan Portugis dan mengubahnya menjadi Jayakarta tahun 1527. Sejarah jakarta terkait dengan Islam dan nasionalisme di mana Kampung Luar Batang dan Pasar Ikan menjadi bagian penting dari sejarah itu. (*)

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*