PWI Sumut Desak Polresta Medan Segera Proses Kasus Penganiayaan Wartawan

Ilustrasi pemukulan.

KABARHUKUM-Medan | Kasus penganiayaan yang dialami wartawan salah satu harian Surat Kabar di Medan saat tengah menjalankan tugasnya, jadi perhatian Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut. Ketua PWI Sumut, Hermansjah SE, dengan tegas mendesak Polresta Medan agar memproses kasus penganiayaan tersebut.

Ilustrasi pemukulan.
Ilustrasi pemukulan.

“Saya harap polisi agar memproses kasus penganiayaan tersebut, tidak ada istilah, kalau sudah bertindak premanisme melakukan penganiayaan yang melanggar hukum wajib diproses,” kata Hermansjah.

Dijelaskannya, tindakan yang dilakukan pelaku Mohamar Singh alias Manus (33), warga Jalan Setia Budi. No. 173 yang telah dilaporkan di Kepolisian Resor Kota (Polresta) Medan sesuai bukti laporan Nomor : STTLP/1589/VI/2016/SPKT RESTA MEDAN, sudah menciderai kebebasan pers, dan melanggar UU No 40 Tahun 2009 tentang pers.

“Kalau dia keberatan dengan pemberitaan, ‘kan ada hak jawab, tidak harus main pukul, itu tidak benar,” tegasnya.

Kendati begitu, dirinya juga menyampaikan bahwa UU No 40 Tahun 2009 tentang pers bukan hanya melindungi wartawan tapi juga narasumber. “Kita juga harus ingat tugas dan kode etik kita sebagai wartawan dalam meliput, bila pelaku masih diproses harus mengedepankan azas praduga tidak bersalah,” tandasnya.

Diketahui aksi kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi, Selasa (21/6) siang kemarin, seorang pria yang diduga pelaku penggelapan bernama Mamohar Singh,menganiaya wartawan media cetak terbitan Medan, Drs Irwan Suherman, di lantai dua gedung Sat Reskrim Polresta Medan.

Penganiayaan ini terjadi saat korban yang tengah melakukan peliputan kasus penggelapan uang ratusan juta rupiah, hendak mengambil foto pelaku yang tengah diamankan di ruang penyidik Unit Ekonomi gedung Sat Reskrim Polresta Medan.(*)

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*