Wow…Hingga 11 Jaksa Penuntut Disiapkan Untuk Kasus Mantan Gubernur Sumut Ini

Gatot Pujo Nugroho ketika ditemui usai shalat di Masjid Agung Medan (foto: dhabit-kabarhukum)

KABARHUKUM-Medan | Sebanyak 11 Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah ditunjuk untuk persidangan kasus perkara dugaan korupsi dana hibah dan bansos dengan terdakwa Mantan Gubernur Sumatra Utara, Gatot Pujo Nugroho (GPN) yang akan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Medan pada pekan depan.

Gatot Pujo Nugroho (foto: dhabit-kabarhukum)
Gatot Pujo Nugroho (foto: dhabit-kabarhukum)

“Ke-11 Jaksa Penuntut Umum ini merupakan gabungan dari Kejagung, Kejati sumatra Utara dan Kejari Medan yang akan menyidangkan Mantan orang nomor 1 di Sumatra Utara pada pekan mendatang di Pengadilan Tipikor Medan,”sebut Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Medan, Harris, Selasa (26/7/16).

Untuk pengamanan sidang yang diperkirakan merugikan negara sebesar Rp 2,8 Milyar ini, Harris menegaskan pihaknya telah melakukan kordinasi dengan pihak terkait.

Humas PN Medan, Erintuah Damanik, dalam hal ini mengatakan pihaknya telah menunjuk Wakil Ketua PN Medan, Djaniko MH Girsang selaku Ketua Majelis Hakim didampingi hakim anggota, Berlian Napitupulu dan Merry Purba.‬ Dikatakannya, pengadilan telah menerima pelimpahan dari penuntut umum pada 22 Juli 2016, dan majelis hakimnya telah ditunjuk.

‪Seperti diketahui, Gatot Pujo Nugroho diduga terlibat melakukan tindak pidana korupsi bersama mantan Kepala Badan Kesatuan Kebangsaan Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Provinsi Sumut, Eddy Syofian. Dimana sebelumnya Eddy sudah dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman 5 tahun penjara, juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan.‬

‪Eddy Syofian dinyatakan terbukti melakukan tindak pidana korupsi terkait penyaluran dana Bantuan Sosial (Bansos) dan dana Hibah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada tahun anggaran (TA) 2012-2013. Dia telah memperkaya orang lain sehingga merugikan negara sebesar Rp 1.145.000.000.

Terkait perkara ini, Gatot yang sebelumnya menghuni Lapas Sukamiskin diterbangkan ke Medan untuk pelimpahan tahap dua kasus dugaan korupsi dana hibah dan bansos yang membelitnya.

Dia tiba di Medan dan dilimpahkan ke Kejari Medan, Selasa (19/7) malam sekitar pukul 21.30 WIB dan hingga saat ini berada di Lapas Tanjung Gusta, Medan.‬

‪Selain kasus dugaan korupsi dana bansos dan hibah ini, Gatot juga terbelit perkara lain. Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta sudah menjatuhinya hukuman 3 tahun penjara dalam perkara penyuapan terhadap majelis hakim dan panitera sekretaris PTUN Medan.(*)

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*