Arifin Gultom: Bangsa ini Perlu Belajar Penegakan Keadilan Hukum Profetik

Dr Muhammad Arifin Gultom SH MHum

KABARHUKUM-Medan | Penegakan hukum yang penuh keadilan merupakan salahsatu komitmen Rasulullah Muhammad SAW yang patut diteladan.

Demikian dijelaskan pakar hukum Dr Muhammad Arifin Gultom SH MHum kepada kabarhukum.com, Kamis (10/8/2017.

Menurutnya, keadilan hukum yang ditegakkan pada masa Rasulullah berlangsung di atas fondasi syariah (berdasarkan al-Qur’an, as-Sunnah dan Ijtihad) yang sangat lurus dan maju dan dinamis.”Sehingga menjadikannya sebagai keputusan paling baik yang dikenal umat manusia hingga sekarang ini,” ujar Arifin yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) ini.

Sebagai contoh, Arifin mengungkapkan sebuah kisah, bahwa dalam suatu riwayat dari Aisyah, suku Quraisy pernah diresahkan dengan terjadinya peristiwa pencurian yang dilakukan seorang wanita bani Makhzum. Tidak seorang pun dari warga suku yang berani berbicara untuk menyampaikan peristiwa itu kepada Rasulullah selain Usamah bin Zaid.

Setelah mendengar dari Usamah, Rasulullah pun berkata kepada beliau, “Apakah engkau meminta pengampunan (syafa’at) dalam hukum Allah?”. Lantas Rasulullah berdiri dan bersabda: “Sesungguhnya yang telah membinasakan umat sblm kalian adalah, bahwasanya mereka itu jika ada orang mulia (kuat) yang mencuri, mereka membiarkannya. Tetapi jika ada orang lemah (hina) yang mencuri, mereka pun menegakkan hukuman padanya. Demi Allah, andaikan Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku akan memotong tangannya.”

Dari kisah tersebut, kata Arifin, terlihat betapa tegas dan konsistennya Rasulullah dalam penegakan hukum tanpa pandang bulu atau diskriminatif. Menurutnya, semua orang memiliki kedudukan hukum yang sama. Tidak seorang pun yang kebal terhadap hukum. “Dan setiap orang yang bersalah harus dihukum tanpa melihat apakah yang bersangkutan orang kuat atau lemah,” tegasnya.

Arifin menyebut apa yang dilakukan Rasulullah itu sebagai Keadilan Hukum Profetik. Nilai-nilai keadilan hukum profetik yang pernah diajarkan Rasulullah itu tentunya sangat relevan dan pantas dijadikan inspirasi dalam upaya memperbaiki tradisi penegakan hukum yang carut-marut di republik ini. “Jika ingin penegakan hukum dan keadilan lebih beradab dan bermartabat, maka sepertinya bangsa ini perlu belajar dari paradigma keadilan hukum profetik yang pernah diajarkan oleh Rasulullah,” pungkasnya (*)


Laporan: M. Risfan Sihaloho

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*