Lucu, Taman PKK Brayan Kota Larang Orang Berjualan dengan Pasal 365 KUHP

Kontroversi tulisan pasal 365 KUHP di Taman PKK Brayan Kota, Medan. (foto: Rony Djambak)

KABARHUKUM-Medan| Ada pemandangan lucu terlihat di Taman PKK yang terletak Kelurahan Brayan Kota Kecamatan, Medan. Pasalnya, tulisan yang berada di taman PKK tersebut mencantumkan pasal 365 KUHP, yakni pasal tentang Pencurian dan Kekerasan.

Pantauan Kabarhukum.com di Iokasi,  sama sekali tidak ada barang-barang yang dapat dikategorikan berharga, seperti emas,perak, kendaraan bermotor atau peralatan elektronik yang biasanya menjadi target pencurian dengan kekerasan.

Pihak Kelurahan setempat saat di konfirmasi mengatakan, tidak tau menau tentang pembuatan taman PKK yang ”Iucu” itu, padahal kelurahan sebagai aparatur yang berwenang berhak mengetahaui tentang pembuatan bangunan fisik di wilayah kerjanya. “Taman PKK yang itu ya, kamu enggak tau karena yang membangun bukan kelurahan, apalagi yang membikin pasal 365 itu bukan kita, ” kilah  salah seorang pegawai kelurahan, Selasa (8/8/2017). Pegawai kelurahan pun menyarankan agar bertemu langsung dengan Kepala Lingkungan setempat.

Kepala Lingkungan V , Jul,  saat dihubungi melalui telepon seluler juga juga berdalih kalau yang membuat taman serta himbauan pasal 365 dilarang berjualan tersebut adalah pemilik tanah. “Oh, ya salah ya, pasal 365 bukan untuk dilarang berjualan, saya enggak tau, yang punya tanah yang membikinnya, nanti saya sampalkan kepada yang punya tanah, ya, “ ujarnya.

Sementara, Pengamat Hukum UMSU Faisal SH MHum mengatakan, mungkin yang dimaksud pembuat pasal itu larangan menggunakan trotoar terdapat dalam Pasal 45 ayat (1) UU No 22 Tahun 2009, tentang LaIu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

la menambahkan, sanksi yang berkanaan dengan dengan trotoar sebagai penggunaan Jalan,berdasarkan Pasal 28 ayat (2) UU LLAJ, setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi perlengkapan jalan.

Pasal 365 dalam KUHP menjelaskan; dengan hukuman penjara selama-lamanya sembilan tahun, dihukum pencurian yang didahului, disertai atau di ikuti dengan kekerasan terhadap orang, dengan maksud akan menyiapkan atau memudahkan pencurian itu atau jika tertangkap tangan supaya ada kesempatan bagi dirinya sendiri atau bagi kawannya yang turut melakukan kejahatan itu akan melarikan diri atau supaya barang yang dicuri itu tetap ada ditangannya.(*)


Laporan: Rony Djambak

 

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*