PP Muhammadiyah Kritisi Kebijakan dan Proyek-proyek Pemerintahan Jokowi

Busyro Muqaddas, Ketua PP Muhammadiyah.

KABARHUKUM-JAKARTA | PP Muhammadiyah akan terus mengkaji kritis kebijakan dan fenomena sosial politik kenegaraan Indonesia. Menurut Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqoddas, satu dari lima program besar Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PP Muhammadiyah yakni melakukan kajian.

Dijelaskan, LHKP menggunakan berbagai pendekatan seperti analisis dampak lingkungan, analisis dampak HAM, ekonomi, sosial dan budaya. Ada pula analisis keamanan, transparansi IMB sampai transparansi legalitasnya.

Menurut dia, salah satu yang sudah dilakukan kajian yakni kebijakan pemerintah membuat proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Pasalnya, lanjut Busyro, proyek itu membuat Indonesia harus berutang ke China sampai Rp 80 triliun. “Tentu angka ini spektakuler, sehingga LHKP PP Muhammadiyah merasa sangat perlu melakukan kajian kritis terhadap kebijakan itu,” katanya pada Rabu (9/8) kemarin.

“Lalu kami mengadakan dialog, kami undang mereka yang kritis di Menteng (Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, red), yang akhirnya proyek itu sampai sekarang tidak jalan, saya dengar langsung dari mantan Menteri Perhubungan itu nol mandek,” ujar Busyro, Rabu (9/8).

Selain itu, LHKP telah melakukan kajian terhadap RUU Pemilu, yang hasil kajiannya sudah pula disampaikan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Meski demikian, Busyro menegaskan kajian Muhammadiyah harus lebih konkrit, advokatif, dan memberi pencerahan. Untuk itu, PP Muhammadiyah berencana menjalinkan LHKP dengan perguruan-perguruan tinggi Muhammadiyah yang ada. Rencana itu didasari banyak agenda riset, kajian, serta edukasi yang dimiliki Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM).

Ia menilai, nantinya pengertian hikmah yang ada di LHKP itu lebih kepada kajian kritis kepada kebijakan pemerintah. “Termasuk Perppu Nomor 2 Tahun 2017 (Perppu Ormas), kita terus kaji apakah sesuai dengan ideologi bangsa,” kata dia. (*)


sumber: republika

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*