Jangan Jadikan Hukum Sebagai Lipstik

Dr Muhammad Arifin Gultom SH MHum. (foto:kabarhukum/maestr o sihaloho)

KABARHUKUM-Medan| Pakar hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Dr Muhammad Arifin Gultom SH MHum mengatakan, jangan jadikan hukum sebagai lipstik, hanya sekedar untuk pemanis bibir saja.

Demikian dikatakan Arifin ketika ditanya soal kecenderungan banyak pejabat atau aparat terkait penegakan hukum yang ketika ditanya tentang suatu kasus hukum yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Menurutnya, ada kecenderungan parapejabat atau aparat hukum tersebut menjawab dengan gampang dan manisnya. “Sedang diproses hukum, kita tunggu proses hukumnya, itulah jawaban klise yang sering kita dengar disuguhkan kepada publik,” ujar Wakil Rektor I UMSU (Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara) ini, Kamis (10/8/2017).

Memang, kata Arifin,  tidak ada yang salah atas jawaban itu, namun terkadang itu hanya sebagai pemanis di mulut saja, sebagai jawaban instan untuk menenangkan keadaan dan biar tidak dicecar lagi dengan pertanyaan berikutnya. “Tapi kemudian faktanya tidak seperti yang diucapkan, buktinya banyak kasus hukum yang justru tampak terkesan sengaja dilarut-larutkan dan tak jelas ujung penyelesaiannya,” ungkapnya.

Menurut Arifin, apa yang berlaku dengan kasus penganiayaan penyidik KPK Novel Baswedan beberapa waktu lalu adalah salah satu contoh bagaimana awalnya aparat penegak hukum begitu antusias  untuk mengungkapnya, tapi buktinya sampai hari ini kasus itu tak kunjung bisa diungkap. “Lagi-lagi, seperti biasa aparat selalu punya jawaban mengapa kasus itu tak kunjung bisa diungkap. Dan lucunya, jawabannya selalu terkesan ngeles, bahkan kadang sangat tidak logis,” kata Arifin.

Arifin berharap jangan sampai hal serupa juga terjadi pada kasus peristiwa tragis pembakaran anak manusia yang baru-baru  ini terjadi. “Berhentilah membudayakan  hukum hanya sebagai  lipstik yang  selalu indah di mulut,  namun ketika lipstik telah terhapus kelihatan hitamnya bibirnya dan memperlihatkan kejelekannya,” pungkasnya. (*)

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*