Mogok Kerja, Freeport Indonesia Pecat 4 Ribu Karyawan

Aksi mogok pekerja Freeport Indonesia.

KABARHUKUM-JAKARTA | Akibat mogok kerja, PT Freeport Indonesia (PT FI) memecat sebanyak 4 ribu karyawannya. Pemecatan itu merupakan imbas belum tercapainya kesepakatan dalam putaran perundingan Freeport dengan pemerintah Indonesia.

VP Corporate Communication PT Freeport Indonesia, Riza Pratama, mengatakan, pada Kamis (10/8/2017), pihaknya telah bertemu dengan perwakilan IndustriALL, federasi perwakilan buruh global. Dalam pertemuan itu, tim IndustriALL meminta berdiskusi dengan PT FI. “Sekitar 4.000 karyawan dan kontraktor,” ujarnya di Jakarta, pada Jumat (11/8/2017).

Keputusan pemutusan hubungan kerja (PHK) tersebut, mengacu pada hukum dan peraturan serta perjanjian kerja bersama antara serikat pekerja dan perusahaan. Menurut dia, perseroan sebelumnya juga telah melakukan berbagai upaya dan permintaan agar mereka kembali bekerja. Freeport sendiri tampaknya lebih suka memakai istilah “penguduran diri”.

“Dalam hal ini, pengunduran diri merupakan konsekuensi yang disayangkan bagi sejumlah pekerja terkait dengan absensi yang berkepanjangan,” ujarnya di Jakarta, pada Jumat (11/8/2017).

Tidak hanya karyawan yang di-PHK, kontraktor juga ikut terkena imbas dari pemogokan sejak Mei lalu. Perseroan, kata dia, sejatinya tetap mengedepankan prinsip dialog terbuka untuk menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan tersebut.

Riza menyatakan, hingga kini, pihaknya masih terus berkomunikasi dengan serikat pekerja untuk kepentingan ketenagakerjaan. “PT FI fokus menjaga keselamatan dan motivasi para pekerja,’’ jelasnya.

Sebagaimana diketahui, serikat pekerja Freeport di kabupaten Mimika, Papua, telah mengumumkan aksi mogok selama 30 hari, yakni terhitung dari 1–30 Mei 2017. Aksi tersebut lantas diperpanjang hingga 16 hari.(*)

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*