Sahlan Marpaung: FOKAL Harus Jadi Milik Semua Alumni IMM

Sahlan Marpaung, Ketua Korwil FOKAL IMM Sumut 2017-2022.

KABARHUKUM-Medan | Saya tidak pernah bermimpi terlalu tinggi dan besar, sehingga sulit dijangkau dan musykil bisa diraih. Keinginan saya sederhana, bagaimana FOKAL IMM ini bisa menjadi sebuah wadah yang bermanfaat untuk tetap menjalin komunikasi dan bersilaturrahim di antara kita sesama keluarga alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.

Itulah ungkapan yang diutarakan oleh Sahlan Marpaung saat ditanya terkait ditetapkannya ia sebagai Ketua Koordinator Wilayah Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sumatera Utara (Korwil FOKAL IMM Sumut) dalam rapat formatur lanjutan Fokal IMM Sumut yang berlangsung di Emerald Garden Hotel Medan, Sabtu (12/8) pukul 01.00 WIB dinihari. (Baca juga berita terkait: Sahlan Marpaung Ditetapkan Sebagai Ketua Fokal IMM Sumut, Rafdinal Sekretaris)

Sahlan mengatakan, jika iklim ukhuwah sudah tercipta, maka kita berharap akan tumbuh rasa persaudaraan yang kuat,kepedulian satu dengan yang lain serta bisa saling mendukung dan membesarkan. “Fokal IMM harus jadi milik semua alumni IMM,” ujar Sahlan yang pernah menjabat sebagai Ketum Komisariat IMM Fakultas Usuluddin IAIN Sumatera Utara tahun 1990 dan Ketua Bidang Kemahasiswaan DPD IMM Sumatera Utara Periode 1993-1995.

Meskipun demikian, Sahlan mengakui bahwa dirinya masih banyak kelemahan dan kekurangan. Karenanya dia berkomitmen akan terus belajar dan bertekad semaksimal mungkin memberikan yang terbaik untuk kejayaan Fokal IMM Sumut. “Saya berharap nanti rekan-rekan juang Fokal IMM tidak segan-segan mengingatkan kami, jika memang harus diingatkan,” ungkapnya.

Sahlan Marpaung dan keluarga.

Riwayat

Sahlan Marpaung lahir di Buntu Maraja, Kabupaten Asahan 18 sept 1969. Ia mengawali pendidikannya di SD Negeri di kampung kelahirannya (tamat 1982). Setelah itu ia melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah di Aek Songsongan (tamat 1985.

Setelah tamat di Madrasah Aliyah Muhammadiyah Kisaran tahun 1988, Sahlan meneruskan studi di
Fakultas Usuluddin IAIN SU (sekarang UINSU-red) Jurusan Aqidah Filsafat (tamat 1993.

Pada tahun 1995, Sahlan mempersunting pujaan hatinya Desi Yudiana dan dikaruniai 3 orang putra. Anak sulungnya sekarang sedang studi semester akhir di D3 Jurusan akuntansi STAN Bintaro. Sedangkan purtra kedua sedang menempuh pendidikan di Fakultas Hukum UMSU (Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Dan yang paling bungsu sekolah di kelas 6 SD Muhammadiyah Tanjung Sari Medan.

Sehari-hari Sahlan beraktivitas sebagai ASN, Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemerintah Daerah Kabupaten Deliserdang Sumatera Utara.
“Ya, biasalah, saya bertugas mengurusi desa se Kabupaten Deliserdang, terutama terkait Pemerintahan Desa, urusan Pilkades maupun Tata Kelola Keuangan Desa,” katanya.

Sahlan yang dikenal sahabat-sahabatnya sebagai sosok kader yang militan ini juga pernah dipercaya sebagai Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Tapanuli Utara Periode Amaliayah 2000-2005.

Dalam bermuhammadiyah Sahlan juga memiliki motto yang terbilang unik. “Bermuhammadiyahlah tanpa harus merasa paling Islam dibanding mereka yang bukan Muhammadiyah,” pungkasnya. (*)


Laporan: M. Risfan Sihaloho

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*