IMM Sumut: Gubsu Offside !

Ikwal Pasaribu, Sekretaris Umum PD IMM Sumut

KABARHUKUM-Medan | Sekretaris Umum Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sumatera Utara (PD IMM Sumut) Ikwal Pasaribu mengatakan, bahwa sebenarnya kondisi Provinsi Sumatera Utara belakangan ini tidak cukup baik. Tidak sedikit persoalan yang melilit daerah ini akibat ketidakbecusan pemerintahnya, dalam hal ini Gubernur Sumatera Utara (Gubsu).

Namun, Ikwal menyayangkan sikap Gubsu Tengku Ery Nuriadi selama ini yang seakan-akan memungkiri kondisi tersebut. Lucunya, kata Ikwal, selama ini Gubsu justru sibuk pencitraan dengan mengklaim kinerja pemerintahannya sangat baik dan begelimang prestasi dengan slogan Sumut Paten nya. “Apanya yang paten ?! Justru sepertinya manuver Gubsu ini lebih kentara berbau offside dengan melakukan abause of power untuk memuluskan kepentingan politiknya,” ujarnya, Sabtu (12/8/2917).

Secara objektif, lanjut Ikwal, sepertinya tidak ada alasan yang kuat untuk mengatakan Gubsu cukup paten selama ini mengurus Sumut. “Tanpa menafikan apa yg telah ia (Gubsu) kerjakan selama ini, faktanya justru lebih dominan sisi kegagalanya,” ungkapnya.

Hari ini, kata Ikwal, sesungguhnya rakyat Sumut sudah begitu tersudut, terjepit dan dikecewakan. Misalnya, selama ini kinerja BUMD yang ada di bawah naungan Pempropsu terbukti tidak cukup kontributif untuk secara signifikan mendongkrak pendapatan daerah (PAD). “Pada hal selama ini kebijakan penyertaan modal terus disalurkan, namun faktanya defisit anggara tahun ke tahun terus terjadi, pelayanan terbaik pun tak pernah di nikmati oleh masyarakat sumut, bahkan tak jarang pula justru menyengsarakan masyarakat,” tegasnya.

Ikwal juga menyoroti belum maksimalnya Pemprovsu menyiasati keberadaan aset vital nasional yang ada di Sumut, seperti Tambang Emas Martabe Batang Toru di Tapsel yang merupakan tambang emas terbesar nomor 2 di negeri ini setelah Freeport di Papua dan industri-industri yang begitu banyak tersebar di Sumut (terutama manufaktur dan perkebunan).

Menurut Ikwal, keberadaan pelbagai aset vital nasional itu mestinya bisa lebih didayagunakan untuk kemaslahatan daerah ini. “Namun sekali lagi sayangnya Pempropsu tak mampu berbuat banyak tuk merealisasikannya,” kata Ikwal.

Bukan cuma itu, Ikwal juga mengkritisi kondisi infrastuktur di Sumut yang masih jauh dari memadai dan belum bisa diandalkan untuk menunjang akselarasi gerak roda perekonomian.

Kemudian, tambah Ikwal, persoalan lain yang tidak kalah krusial adalah
tentang lemahnya pengawasan terhadap imigran asing yang masuk ke Sumut yang pastinya akan berimplikasi melahirkan ketidakstabilan dan mengancam ketertiban yang telah ada. “Persoalan hutang terhadap daerah pun mestinya harus segera diselesaikan, seperti kasus DBH dan DBD yang masih dalam tahap pelunasan,” sebut Ikwal.

Kemudian bencana alam erupsi gunung Sinabung di Tanah Karo yang sampai hari ini terus berlangsung semestinya harus tetap jadi perhatian serius. Menurut Ikwal, bagaimanapun tentunya tanggungjawab Pempropsu dalam penanganan bencana erupsi Sinabung sangat besar. “Jadi mestinya harus tetap diprioritaskan penanganannya,” katanya

Atas pelbagai persoalan tersebut, Ikwal menegaskan, bahwa yang paling bertanggung jawab tidak lain adalah Gubsu. “Jika demikian, lantas pertanyaan yang serius layak diajukan, apakah Pempropsu yang dipimpin Tengku Ery Nuradi sudah cukup layak menklaim pemerintahanya sudah cukup paten memimpin Sumut selama ini ?,” ujar Ikwal.

Berangkat dari realitas ini, PD IMM Sumut berharap Gubsu lebih peduli terhadap problema yang ada dan bersikap bijak dalam menyikapinya, bukan malah sibuk memajang foto pencitraan di setiap papan reklame. “Berhentilah membuat manuver pencitraan. Sebab yang di butuhkan masyarakat Sumut adalah kerja nyata,” pungkas Ikwal. (*)

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*