Barbut Narkoba Terbanyak Sepanjang Sejarah Indonesia Dimusnahkan

Pemusnahan barang bukti narkoba yang dilakukan Mabes Polri bersama BNN di kawasan Garbage Plan, Bandara Soekarno Hatta, Banten, Selasa (15/8/2017) ini.

KABARHUKUM-JAKARTA | Indonesia saat ini memang surganya produsen narkoba. Masifnya narkoba yang masuk dari luar negeri terutama China, menjadikan Indonesia seperti negara pesakitan saja. Hal itu tergambar dari pemusnahan barang bukti (barbut) narkoba yang dilakukan Mabes Polri bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) di kawasan Garbage Plan, Bandara Soekarno Hatta, Banten, Selasa (15/8/2017) ini.

Barang bukti yang dimusnahkan yakni berupa ganja sebanyak 73,01 ton, sabu 1,771 ton, ekstasy sejuta butir, happy five 55 ribu butir, heroin 189,97 gram, dan kokain 7,64 gram. Jumlah itu sangat luar biasa walau bisa dianalogikan sebagai puncak gunung es semata karena nyatanya barang masuk dan yang beredar di Indonesia jauh lebih besar itu.

Menurut Kapolri Jenderal Tito Karnavian, pemusnahan barang bukti tersebut merupakan yang terbanyak sepanjang sejarah di Indonesia. China menjadi negara pemasok terbesar dari barbut narkoba yang dimusnahkan itu. Pasalnya, yang turut dimusnahkan adalah satu ton lebih sabu asal Cina yang digagalkan di Anyer, Serang, Banten beberapa waktu lalu.

“Ini kalau diuangkan sekitar Rp2 triliun kalau enggak salah. Ini kita hanguskan semua, kita musnahkan,” kata Jenderal Tito dalam sambutannya. Sejumlah pejabat tinggi negara tampak hadir di antaranya Kepala BNN Komjen Budi Waseso, Menteri Kesehatan Nila Moeloek dan pejabat lainnya.

“Ini kerja keras banyak pihak dari unsur Polri, BNN, Bea Cukai, bahkan TNI bergabung dalam beberapa kasus. Ini adalah pertanggung jawaban dari kami penegak hukum yang menindak,” kata Tito.

Tito menambahkan, pemusnahan barang bukti itu dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Republik Indonesia. Itu dilakukan untuk menepis isu miring yang selama ini mempertanyakan barang bukti yang disita oleh BNN maupun Polisi.

“Jangan sampai ada suara minor yang mempertanyakan, barang buktinya kemana jangan-jangan dikatongin. Saya sudah perintahkan untuk dijaga ketat dan secepatnya dimusnahkan kalau sudah dapat izin,” bebernya. (*)

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*