Sumut Nomor 2 Nasional Paling Banyak Ungkap Pungli

Sosialisasi Perpres Nomor 87 tahun 2016 tentang satuan tugas sapu bersih pungutan liar di hotel Santika Dyandra, Selasa, (15/8/2017).

KABARHUKUM-MEDAN | Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Saber Pungli Komjen Pol Dwi Priyatno mengatakan, pemerintah telah berkomitmen untuk membersihkan praktik pungutan liar di setiap bidang pelayanan publik. Sebab pungli sangat merusak sendi-sendi masyarakat berbangsa dan bernegara. Hal itu dikatakannya dalam sosialisasi Perpres Nomor 87 tahun 2016 tentang satuan tugas sapu bersih pungutan liar di hotel Santika Dyandra, Selasa, (15/8/2017).

“Saber Pungli ini dibentuk tidak semata hanya untuk penindakan, tapi lebih kepada bagaimana membangun masyarakat agar bersih dari praktik pungli,” katanya.

Ia berharap, Sumut bisa lebih baik ke depan. Karena, sejak terbentuk pada 28 Oktober 2016, Satgas Saber Pungli telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) sebanyak 900 kasus lebih di tanah air.

Dari angka itu, Sumut peringkat kedua dalam pengungkapan praktik pungli, menaikkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah 40%. “Kita harapkan Sumut bisa lebih maju dalam pemberantasan pungli. Karena, Sumut nomor 2 di bawah Jabar mengungkap pungli,” harapnya.

Selain itu, Komjen Dwi menegaskan, semua pihak dan unsur terkait harus bersinergi dan berkomitmen dalam memberantas pungli. Tegas dan memberi efek jera. “Oleh karena itu, diskusi ini dibuat untuk menyamakan persepsi dalam pemberantasan pungli,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Irjen Pol Paulus Waterpauw menyambut baik sosialisasi ini.
Kapolda menyatakan berkomitmen untuk memberantas dan menindak pelaku pungli. “Kita komit berantas pungli dan mendukung Satgas Saber Pungli,” kata Irjen Paulus Waterpauw pada sosialisasi tersebut.

Terbukti, Kapolda menjelaskan, sejak satgas ini terbentuk, mereka sudah mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pungli. “Sudah 131 kasus pungli di Sumut kita tangani,” jelasnya.

Pada waktu yang sama, Gubsu, Tengku Erry Nuradi dalam kesempatannya mengatakan, telah membentuk UPP di sejumlah daerah di Sumut untuk memberantas pungli.

Orang nomor satu di provinsi Sumut ini menyebut tidak mudah memberantas pungli karena sudah membudaya dan terjadi secara sistematis guna mempermudah urusan. (*)


Laporan: Adek Siahaan

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*