China Beli Saham Tokopedia Rp13,4 Triliun

Salah satu sudut kantor Tokopedia. (foto: bloomberg)

KABARHUKUM-JAKARTA | Indonesia tampaknya memang sangat diminati China. Baru-baru ini dikabarkan kalau perusahaan raksasa e-commerce asal Cina, Alibaba, membeli saham PT Tokopedia, salah satu toko online terbesar di Indonesia, sebesar 1,1 Miliar Dolar AS atau sekitar Rp13,4 Triliun lebih (kurs Rp13.353). Pengumuman komitmen penjualan ini disampaikan Tokopedia hari ini, Jumat (18/8/2017).

Dalam keterangan resminya, kemitraan dengan Alibaba diyakini Tokopedia yang berdiri sejak 2009 ini, akan meningkatkan skala dan kualitas pelayanan kepada para penggunanya.

Menurut CEO dan Co-Founder Tokopedia, William Tanuwijaya, market place yang dipimpinnya selalu menganggap Alibaba merupakan guru dan panutan model bagi mereka. “Hari ini kami menyambut baik Alibaba sebagai salah satu pemegang saham di Tokopedia dan kami percaya bahwa kemitraan ini akan mempercepat terwujudnya misi kami dalam menggerakkan pemerataan ekonomi secara digital,” kata dia di hadapan ribuan tamu undangan perayaan ulang tahun ke-delapan Tokopedia di Pullman Central Park, Jakarta.

Hal ini, katanya, sekaligus mempermudah para penjual dan para mitra Tokopedia untuk mengembangkan usahanya ke seluruh pelosok nusantara bahkan hingga ke penjuru dunia.

“Alibaba Group dan Tokopedia memiliki kesamaan visi dalam membantu UMKM dalam kesuksesan usahanya dan kami sangat senang dapat bekerja sama bersama Tokopedia untuk melayani seluruh masyarakat Indonesia,” ujar CEO Alibaba Group, Daniel Zhang.

Didirikan sejak 2009, tokopedia sekarang diklaim memiliki lebih dari 7,5 juta transaksi per bulan dengan tingkat pertumbuhan bulanan 10-20%. Sekitar 69% pengguna mengakses situs perusahaan menggunakan ponsel. Namun sebagian besar transaksi masih terjadi melalui versi desktop situs.

Alibaba didirikan pada 1999 oleh Jack Ma. Pada tahun 2012, Alibaba mampu menangani penjualan 170 miliar Dolar AS lebih. Pada Juni 2017, pangsa pasar Alibaba meningkat menjadi 360 miliar Dolar AS. Presiden Indonesia, Joko Widodo sendiri pernah bertemu dengan pendiri Alibaba, Jack Ma di China pada 2 September 2016. Dalam twit di akun resmi Alibaba, Jack Ma dikabarkan menerima tawaran Jokowi untuk menjadi salah seorang penasihat pembangunan peta jalan e-commerce Indonesia. (*)

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*