Pelaku Ujaran Kebencian Terhadap Presiden dan Kapolri Bobol WiFi Tetangga

Screenshoot laman facebook milik akun Ringgo Abdillah yang dinilai menyebar ujaran kebencian.

KABARHUKUM-MEDAN | Guna menyamarkan aksinya, pelajar SMK yang ditangkap polisi atas dugaan penghinaan Presiden dan Kapolri serta pengerdilan institusi Polri yang seolah tidak mampu menangkapnya, pelaku sengaja membobol jaringan Wi-Fi atas nama ‘Bono’ dan provider ‘My Republik’ milik tetangganya bernama Muhammad Reza yang tinggal beberapa meter dari rumahnya. (Baca berita sebelumnya “Pelajar di Medan Ditangkap Karena Hate Speech pada Presiden dan Kapolri“)

Hal tersebut sesuai hasil pemeriksaan pihak kepolisian. “Saat ini kita sedang menunggu hasil pemeriksaan. Kasusnya sedang kita kembangkan,” ujar Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho menjawab wartawan Ahad, (20/8/2017).

Sandi bilang, penyidik sedang mengumpulkan keterangan dan mendalami alat bukti guna menjerat pelaku. amun, orang nomor satu di Mapolrestabes Medan ini belum menjelaskan motif penghinaan yang dilakukan pelaku. “Nanti saja ya, hari Senin akan kita rilis,” bebernya.

Sebelumnya Sandi mengungkapkan, saat polisi mendatangi rumah Reza, rupanya dia tidak tahu apa-apa. Setelah dilakukan pengembangan, muncul dugaan kalau pelaku ternyata bernama MFB yang tidak lain telah membobol jaringan WiFi dan menulis ujaran kebencian.

“Penyidik Satreskrim Polrestabes Medan meringkus terduga pelaku penghinaan Presiden dan Kapolri lewat akun Facebook, MFB dari kediamannya di Jalan Bono, Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur pada Jumat (18/8/2017),” ungkap Sandi.

Dari rumah tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa 2 unit laptop yang digunakan untuk mengedit foto, 1 flashdisk 16 GB berisi gambar Presiden Joko Widodo, 3 unit handphone, satu unit router warna putih dan hitam.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 45 ayat 2 junto Pasal 28 ayat 3 subs Pasal 27 ayat 3 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas nomor UU nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Untuk diketahui, kasus ini bermula dari puluhan status yang berisi hinaan kepada Presiden dan Kapolri serta pengerdilan institusi Polri yang seolah tidak mampu menangkapnya, ditulis pelaku menggunakan akun Facebook Ringgo Abdillah dengan foto orang lain yang diambilnya juga dari Facebook. (*)


Laporan: Adek Siahaan

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*