Tersangka Ujaran Kebencian di Medan Fasih Bahasa Inggris dan Perancis

Screenshoot laman facebook milik akun Ringgo Abdillah yang dinilai menyebar ujaran kebencian.

KABARHUKUM-MEDAN | MFB (18) tersangka penghina Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, pelajar putus sekolah di Medan, sudah ditangkap. Kapolrestabes Medan Kombes Sandi Nugroho mengatakan, alasan tersangka menulis dan menyebarluaskan ujaran kebencian kepada Presiden, Kapolri dan Institusi Polri, lantaran tidak puas dengan kinerja pemerintah dan kepolisian.

“Dari hasil pemeriksaan, yang sampai saat ini masih berjalan, tersangka merasa tidak puas terhadap pemerintah dan kepolisian. Sehingga ia mengeluarkan ujaran kebencian, yang dia tulis di media sosial khususnya Facebook dengan akun palsu tapi memanfaatkan jaringan internet orang lain secara ilegal,” tambahnya.

Terkait kepemilikan 2 laptop, lebih jauh Sandi menyebutkan, kedua laptop itu digunakan korban untuk kejahatan, baik menulis ujaran kebencian maupun mengedit foto. “Tersangka ini fasih dua bahasa, Inggris dan Prancis. Ia belajar otodidak. Ia juga belajar sendiri mengedit foto dan software,” sebut mantan Kapolsek Medan Labuhan ini.

Dugaan terkait adanya aktor intelektual atau afiliasi dengan partai politik tertentu, di balik kasus ini, Sandi menepisnya. Ia menegaskan, hasil penyelidikan sampai kini, sementara pelakunya masih tunggal. “Sementara murni tunggal. Namun tetap kami dalami,” tandasnya.

MFB saat ini dikenakan dua pasal yaitu pasal 46 UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan pasal 30 terkait mengambil akses milik orang lain. (*)


Laporan: Adek Siahaan

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*