Dunia Digital yang Banal

Saat ini kita hidup di era digital, yaitu suatu kecenderungan gaya kehidupan yang sangat modern dilengkapi dengan teknologi informasi terkini. Di era ini kehidupan manusia terkesan begitu efisien dan efektif.  Industri digital telah membawa manusia kedalam kehidupan yang kaya akan informasi. Orang dapat dengan mudah mengaksesnya dan juga dilengkapi dengan cara pemakaiannya yang mudah dan praktis.

Gaya hidup digital merupakan  efek dari pemanfaatan teknologi itu sendiri. Manusialah yang menciptakan teknologi tersebut, dan manusia pula yang merasakan implikasinya. Sampai saat ini masih banyak manusia yang berlomba-lomba untuk menciptakan kecanggihan teknologi yang lain. Mereka berusaha membuat para konsumen terpuaskan.

Kecanggihan teknologi ini juga erat kaitannya dengan pasar yang pada akhirnya membuat banyak manusia menjadi lebih konsumtif dalam teknologi. Mereka memunculkan beragam pilihan media digital. Ada yang mulai dengan membanding-bandingkan kecanggihan teknologi sampai membuat rating untuk mempermudah para konsumen dalam memilih.

Revolusi Digital

Apabila kita melacak  secara cermat perkembangan zaman dari era 80-an sampai sekarang, kita akan menemukan perkembangan bidang teknologi informasi yang luar biasa. Pasalnya, di era 80-an keterbukaan informasi dimulai, dan tahun 90-an sebuah revolusi besar-besaran terjadi. Di era itulah internet mulai dikenal banyak kalangan, dan inilah yang sering disebut sebagai revolusi digital.

Revolusi Digital adalah perubahan dari teknologi mekanik dan elektronik analog ke teknologi digital yang telah terjadi sejak tahun 1980 dan berlanjut sampai hari ini. Revolusi digital ini telah terbukti mampu mengubah cara pandang seseorang dalam menjalani kehidupan yang sangat canggih saat ini. Sebuah teknologi yang membuat perubahan besar kepada seluruh dunia, dari mulai membantu mempermudah segala urusan sampai membuat masalah karena tidak bisa menggunakan fasilitas digital yang semakin canggih ini dengan baik dan benar. Dan secara kultural Revolusi digital menandai awal era Informasi.

Dalam catatan sejarah, diketahui pada mulanya teknologi yang mendasar ditemukan pada tahun 1980 ini dan menjadi ekonomis untuk diadopsi secara luas setelah penemuan Personal Computer. Teknologi revolusi digital dikonversi sebelumnya adalah analog ke dalam sebuah format digital. Dalam komunikasi digital misalnya perangkat keras mengulangi kemampuan mampu memperkuat sinyal digital dan menyebarkannya tanpa kehilangan informasi dalam sinyal.

Hal yang sama pentingnya dengan revolusi adalah kemampuan untuk dengan mudah memindahkan informasi digital antara media, dan untuk mengakses atau mendistribusikannya jarak jauh. Aspek positif termasuk keterkaitan yang lebih besar, komunikasi lebih mudah, dan paparan informasi yang pada masa lalu bisa lebih mudah telah ditindas oleh totaliter rezim.

Tanpa teknologi digital, dapat dipastikan tentunya perkembangan globalisasi tidak akan seperti saat ini. Revolusi digital secara radikal mengubah cara individu dan perusahaan berinteraksi. Perusahaan daerah kecil tiba-tiba diberi akses ke pasar yang jauh lebih besar. Konsep-konsep seperti On-demand jasa dan manufaktur dan cepat menjatuhkan biaya teknologi membuat inovasi-inovasi baru yang mungkin dalam semua aspek industri dan kehidupan sehari-hari.

Dewasa ini, siapa tak kenal dengan komputer. Komputer adalah sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan supaya secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya, dan menghasilkan output dibawah pengawasan suatu langkah instruksi- instruksi program dan tersimpan di memori (storage program). Pengolahan data dengan menggunakan computer dikenal dengan nama Pengolahan data elektronik (PDE) atau Elektronik Data Processing (EDP).

Pengolahan data adalah manipulasi dari data kedalam bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti berupa informasi dengan menggunakan suatu alat elektronik yang bernama komputer.

World Wide Web

Sejarah Web bermula di European Laboratory for Particle Physics (lebih dikenal dengan nama CERN), di kota Geneva dekat perbatasan Perancis dan Swiss. CERN merupakan suatu organisasi yang didirikan oleh 18 negara di Eropa.

Dibulan Maret 1989, Tim Berners Lee dan peneliti lainnya dari CERN mengusulkan suatu protokol sistem distribusi informasi di Internet yang memungkinkan para anggotanya yang tersebar di seluruh dunia saling membagi informasi dan bahkan untuk menampilkan informasi tersebut dalam bentuk grafik.

Web Browser pertama dibuat dengan berbasiskan pada teks. Untuk menyatakan suatu link, dibuat sebarisan nomor yang mirip dengan suatu menu. Pemakai mengetikkan suatu nomor untuk melakukan navigasi di dalam Web. Kebanyakan software tersebut dibuat untuk komputer-komputer yang menggunakan Sistem Operasi UNIX, dan belum banyak yang bisa dilakukan oleh pemakai komputer saat itu yang telah menggunakan Windows.

Namun ternyata semua ini berubah setelah munculnya browser Mosaic dari NCSA (National Center for Supercomputing Applications). Pada 1990, Berners-Lee, yang kali ini berusia 35 tahun, berpikir ulang dan menghidupkan kembali proyeknya. Kali ini ia bekerja dengan sebuah mesin yang sangat canggih, komputer NeXT buatan Steve Jobs (pendiri Apple). Kebetulan, komputer tersebut memiliki paduan perangkat keras dan perangkat lunak yang tepat untuk menampilkan informasi secara visual.  Selama beberapa bulan, Berners-Lee menulis ulang program komputernya dan berhasil menciptakan browser, sejenis perangkat penjelajah internet. Ia juga membuat beberapa halaman web yang bisa diakses. Ini adalah versi pertama dari World Wide Web, nama yang dicetuskan sendiri oleh Berners-Lee dan lazimnya disingkat WWW.

HP

Ponsel  atau telepon genggam (handphone) merupakan sebuah alat teknologi komunikasi yang sangat populer dikalangan masyarakan modern dewasa ini. Martin Cooper merupakan penemu ponsel yang digunakan lebih dari separuh populasi dunia. Handset pertama dilahirkannya pada 1973 dengan bantuan tim Motorola dengan berat dua kilogram. Ketika dia menderita di jalanan New York dan membuat panggilan ponsel pertama dari prototipe ponselnya, dia tidak pernah membayangkan perangkat buatannya itu akan sukses suatu saat. Untuk memproduksi ponsel pertama, Motorola memerlukan biaya setara dengan US$1 juta. “Di 1983, ponsel portabel berharga US$4 ribu (Rp36 juta) setara dengan US$10 ribu (Rp90 juta).

Setelah revolusi digital menyebar ke seantero dunia pada tahun 2000-an, maka ponsel pun menjadi barang yang begitu populer dan tidak asing lagi bagi masyarakat dunia. Bahkan pada akhir tahun 2005 populasi Internet mencapai 1 miliar dan 3 miliar orang di seluruh dunia ponsel yang digunakan oleh akhir dekade ini.

Medsos

Situs jejaring sosial merupakan sebuah web berbasis pelayanan yang memungkinkan penggunanya untuk membuat profil, melihat list pengguna yang tersedia, serta mengundang atau menerima teman untuk bergabung dalam situs tersebut.  Hubungan antara perangkat mobile dan halaman web internet melalui “jaringan sosial” telah menjadi standar dalam komunikasi digital.

Pada mulanya situs jejaring sosial ini muncul pada tahun 1997 dengan beberapa situs yang lahir berbasiskan kepercayaan setelah itu kejayaan situs jejaring sosial mulai diminati mulai dari tahun 2000-an serta 2004 muncul situs pertemanan bernama Friendster lanjut ke tahun-tahun berikutnya tahun 2005 dan seterusnya muncul situs-situs seperti MySpace, Facebook, Twitter, Instagram,  Line, Whatsup dan lain-lain.

Dampak Destruktif

Perkembangan dunia teknologi digital khususnya komunikasi tentunya telah banyak membantu berjuta-juta penduduk dunia untuk saling terhubung antara yang satu dengan yang lainnya. Bahkan semakin lama, kita dapat berkomunikasi dengan teman, keluarga maupun relasi bisnis kita dengan harga yang murah dan dengan kualitas yang cenderung meningkat.

Meskipun telah ada manfaat besar untuk masyarakat dari revolusi digital, terutama dalam hal aksesibilitas informasi , namun sesungguhnya ada juga sejumlah kecenderungan yang pantas untuk dikhawatirkan. Kekuatan diperluas komunikasi dan berbagi informasi, meningkatkan kemampuan untuk teknologi yang sudah ada, dan munculnya teknologi baru membawa dengan itu banyak peluang potensial untuk eksploitasi. Revolusi digital membantu mengantar era baru pengawasan massal, menghasilkan berbagai baru sipil dan hak asasi manusia isu. Keandalan data menjadi masalah karena informasi dengan mudah dapat direplikasi, namun tidak mudah diverifikasi. Revolusi digital memungkinkan untuk menyimpan dan melacak fakta, artikel, statistik, serta minutia tidak layak sampai sekarang.

Selain itu, dalam buku The Shallows: What the Internet Is Doing to Our Brains, Nicolas Carr mengejutkan publik, karena mengeluarkan teori bahwa kehidupan digital telah mendangkalkan cara berfikir manusia. Salah satu mengapa pikiran menjadi dangkal, adalah karena citra-citra kamuflase tersebut. Orang terbiasa hidup dalam alam yang bukan realitas, tetapi hiperrealitas. Terlebih di media sosial. Orang bisa mencitrakan dirinya sesuka hati, sehingga citra yang muncul benar-benar positif.

Carr mengungkapkan, hiperealitas membawa seseorang  pada situasi punya banyak teman di medsos, tapi tak punya sahabat di kehidupan nyata. Sering berbincang dengan seseorang di negara lain, tapi tak kenal tetangga sendiri. Makin punya banyak informasi, tapi makin jauh dari fakta. Implikasi dari semua ini membuat  informasi kehilangan relevansi  kesejatiannya. Informasi tidak lagi memiliki tujuan,fungsi dan makna. Akibatnya  realitas kehidupan sosial pun menjadi begitu banal.

Dampak negatif lain  yang muncul seiring berkembangnya teknologi digital adalah berkembangnya pula pola dan modus kejahatan. Didunia internet, kejahatan dikenal dengan nama cyber crime. Kejahatan dunia maya sangatlah beragam, diantaranya, carding, hacking, cracking, phising, dan spamming.

Penutup

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang begitu pesat pada saat ini mau tidak mau, setuju atau tidak setuju tentu akan membuka cakrawala pemikiran kita bahwa di jagad maya terdapat beraneka macam jenis informasi atau sumber belajar yang tidak terbatas jumlahnya.

Dalam hal ini, tentu kita semua akan setuju jika dikatakan bahwa kita harus memanfaatkan beraneka ragam informasi yang tersebar di jagad maya tersebut sebagai sumber belajar setelah melalui seleksi yang didasarkan pada kebutuhan pembelajaran, pertimbangan moral, agama dan lain, dan lain-lain. Ya, revolusi digital memang meyuguhkan kemudahan untuk masa depan manusia, namun seyogianya tetap mempertimbangkan nilai-nilai sejati kemanusian dan peradaban. (*)

____________________________

M. Risfan Sihaloho, Redpel kabarhukum.com

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*