KPK Tangkap Tangan Panitera PN Jaksel, ini Tanggapan KY

KABARHUKUM-Jakarta | Komisi Yudisial (KY) merasa prihatin dan sangat menyayangkan penangkapan salah satu aparat pengadilan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru-baru ini.

Juru bicara KY Farid Wajdi lewat keterangan persnya mengatakan, di tengah keinginan dan usaha banyak pihak dalam membenahi dunia peradilan, kinerja lembaga kembali tercoreng dan kepercayaan publik akan semakin tegerus. “Lagi-lagi akibat perbuatan tercela atau tidak patut yang dilakukan segelintir oknum,” ujarnya.

Peristiwa ini, kata Farid, harus menjadi pelajaran bagi seluruh aparat pengadilan lainnya untuk lebih profesional dan menjaga integritas tanpa kecuali dalam menjalankan tugas. “Sebab, selain itu merupakan kewajiban , juga pada dasarnya pengawasan publik tidak tidur dan terus berjalan dalam berbagai bentuk,” katanya.

Menindaklanjuti hal ini, KY meyakini Mahkamah Agung akan melakukan tindakan-tindakan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang termasuk memberhentikan sementara secepatnya aparat terkait, sekaligus pembenahan internal pengadilan yang lebih intens.

“Lebih khusus lagi pemantapan atau internalisasi kode etik sebagai gaya hidup secara terus menerus di kalangan aparat peradilan,” tegasnya.

Seperti diketahui KPK telah menangkap tangan seorang Panitra PN Jakarta Sekatan yang diduga menerima suap  berjumlah Rp 300 juta.

Panitera tersebut kini diamankan KPK bersama tiga orang lainnya, dalam operasi tangkap tangan yang berlangsung di PN Jakarta Selatan, Senin (21/8/2017).

Selain panitera tersebut, KPK juga mengamankan tiga orang lainnya yaitu dua orang advokat dan seorang office boy.

Sebelumnya diberitakan, dalam OTT di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, KPK mengamankan empat orang.

Mereka terdiri dari seorang panitera, dua advokat, dan seorang office boy. Empat orang tersebut tengah diperiksa oleh penyidik.

Dari kegiatan OTT tersebut, KPK turut menyegel sebuah ruangan dan kendaraan mobil di PN Jakarta Selatan.(*)

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*