Selain China, Sindikat Narkoba Asal Malaysia Juga Menguasai Indonesia

Kepala BNN Budi Waseso bersama Presiden Jokowi dan Menkopolhukam saat acara pemusnahan narkoba di Jakarta. (foto: merdeka)

KABARHUKUM-JAKARTA | Hubungan antara Indonesia dan Malaysia memang agak menghangat akhir-akhir ini terkait kesalahan pencantuman bendera Indonesia di buku saku Sea Games 2017 di Malaysia. Namun, hubungan negara serumpun ini bukan hanya panas di bidang olahraga semata, melainkan juga narkoba. Seperti diketahui, selain China, narkoba Malaysia sudah lama dikenal masuk ke Indonesia. Bahkan, baru-baru ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengungkap kasus sindikat narkoba Malaysia yang beroperasi di Kalimantan Barat dan Aceh dengan barang bukti sabu sebanyak 17 kilogram dan 40 kilogram.

Ekspos kasus narkoba asal Malaysia ini direncanakan akan disampaikan langsung Kepala BNN, Komjen Pol Budi Waseso di Gedung BNN, Jakarta Timur, Rabu (23/8/2017).

BNN mengungkap, pengendali jaringan tersebut adalah seorang bandar berinisial Td yang berada di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Bengkayang, Kalimantan Barat. Ada dua orang Warga Negara (WN) Malaysia yang berusaha melarikan diri dan melawan petugas akhirnya ditembak mati. Kedua WN Malaysia tersebut sebelumnya berusaha menyuap petugas BNN sebanyak Rp10 miliar.

Dari titik pulau Sumatera, BNN juga mengamankan 40 kilogram narkotika jenis sabu asal Malaysia dalam dua buah karung. “Menangkap lima orang tersangka dengan barang bukti 40 kilogram sabu dalam dua buah karung pada hari Jumat (18/8/2017),” kata Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari beberapa hari lalu.

Lima tersangka diamankan Jalan Medan-Banda Aceh Kota, Panton labu , Aceh utara. Kelima tersangka tersebut bernama Musriadi, Zulkifli, Tajul M, Sayful dan Dahlan.

Berdasarkan keterangan Tajul diketahui sabu tersebut dari Malaysia, dibawa oleh ABK dengan menggunakan Kapal Milik Tajul.

Sementara itu, awal bulan lalu, tepatnya Ahad (7/8/2017), BNN juga telah menembak mati warga Malaysia bernama Cheng Kheng Hoe alias Ahoi di daerah Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Ahoi dilumpuhkan dengan tembakan dan barang bukti yang disita sebanyak 17 kilogram narkoba jenis sabu.

Komjen Budi Waseso sendiri pernah mengungkapkan jika Indonesia menjadi sampah peredaran narkoba dari Malaysia. “Kenapa dari Malaysia terus (jaringan narkotika) padahal punya hubungan negara. Tapi Malaysia juga tidak seperti yang kita inginkan,” ujar Waseso saat rilis penangkapan sabu 10 kg, di kantor BNN, Jakarta Timur, Selasa (25/7/2017) seperti dikutip wartawan. (*)

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*