Rusia Siap Jadi Sekutu Militer Indonesia

Pesawat tempur Rusia, Sukhoi S35. (foto: dailymail/sergey bobylev)

KABARHUKUM-JAKARTA | Indonesia berencana membeli pesawat tempur jenis Sukhoi Su-35 dari Rusia. Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Galuzin, mengatakan, Kremlin mengklaim tidak pernah mengaitkan atau menerapkan persyaratan non-teknis sebagaimana negara lain.

“Kerja sama ini menunjukkan bahwa Rusia siap menjadi sekutu militer yang bisa diandalkan Indonesia. Kami tidak menerapkan syarat-syarat politik tertentu untuk penjualan pesawat tempur ini, tidak seperti negara lain yang tentu Anda sudah tahu siapa,” kata Galuzin, di Jakarta, Rabu (24/8/2017).

Sebelumnya pada Selasa (23/8/2017), Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, didampingi Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, mengumumkan Indonesia berencana membeli 11 pesawat tempur Sukhoi Su-35 buatan Rusia senilai 1,14 milyar Dolar AS atau sekitar Rp15,3 trilyun. Hampir setengah dari harga itu akan dibayar dalam bentuk komoditas perkebunan, di antaranya karet, kelapa sawit, dan kopi.

UU Nomor 16/2012 tentang Industri Pertahanan mensyaratkan berbagai hal pada tiap akuisisi sistem kesenjataan dari luar negeri, di antaranya kewajiban off set, imbal dagang, transfer teknologi, partisipasi industri pertahanan dalam negeri, hingga bebas dari intervensi politik negara pembuat.

Pada sisi lain, Rusia juga diberi sanksi Uni Eropa menyusul tuduhan aneksasi mereka di Semenanjung Krimea pada 2013. Sanksi ini cukup memukul Rusia yang kemudian gencar mencari pasar bagi produk-produk mereka. “Kesepakatan pembelian senjata ini menunjukkan kepada publik Indonesia bahwa Rusia adalah sekutu yang bekerja sama dengan prinsip saling menghormati tanpa melibatkan persoalan politik,” kata Galuzin.

Sukhoi Su-35 (NATO: Flanker E atau Super Flanker) menjadi salah satu andalan ekspor Rusia, dengan dua negara yang hampir pasti menerima pesawat tempur pengembangan Sukhoi Su-27/30 Flanker, yaitu Indonesia dan China.

Di ASEAN, ada tiga negara yang mengoperasikan Sukhoi Su-27/30 Flanker, yaitu Indonesia, Vietnam, dan Malaysia. (*)


sumber: antara

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*