Dugaan Korupsi Rp3,7 Triliun, Sjamsul Nursalim dan Istri Kembali Akan Diperiksa KPK

Sjamsul Nursalim. (foto: tempo)

KABARHUKUM-Jakarta | Sjamsul Nursalim dan istrinya Itjih Nursalim, kembali dipanggil untuk diperiksa KPK guna penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi pemberian Surat Keterangan Lunas Bank Dagang Negara Indonesia (SKL BDNI) yang merugikan keuangan negara Rp3,7 triliun.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta menyatakan pemeriksaan pemilik BDNI tersebut untuk tersangka Syafruddin Arsyad Tumenggung. Selain keduanya, KPK juga memanggil Thomas Maria, Team Leader Loan Work Out (LWO) I Asset Management Credit (AMC) Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) 2000-2002.

Syafruddin Arsyadmantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Tumenggung sebagai tersangka. SKL diterbitkan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2002 tentang pemberian jaminan kepastian hukum kepada debitor yang telah menyelesaikan kewajibannya atau tindakan hukum kepada debitor yang tidak menyelesaikan kewajibannya berdasarkan pemeriksaan Penyelesaian Kewajiban Pemegang Saham (PKPS).

Sjamsul adalah pemilik BDNI dan perusahaan ban PT Gajah Tunggal dan sudah pernah lari keluar negeri. Ia terakhir kali diketahui berada di Singapura yaitu di rumah duka Mount Vernon Parlour, Singapura saat melayat pengusaha Liem Sioe Liong alias Sudono Salim pada 18 Juni 2012. Pada Mei 2017 lalu, KPK juga pernah memanggil keduanya namun tidak memenuhi panggilan.(*)

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*