Gunakan Plastik Transparan Bungkus Daging Kurban, Bukan Plastik Hitam

Masyarakat disarankan memakai plastik bening atau transparan untuk membungkus daging kurban. (foto: farid/kabarhukum.com)

KABARHUKUM-YOGYAKARTA | Masyarakat disarankan untuk tidak membungkus daging kurban dengan plastik hitam. Bila harus memakai plastik, maka disarankan untuk memakai plastik transparan atau bening. Pasalnya, kantong plastik atau “kresek” berwarna hitam tidak aman karena merupakan plastik hasil daur ulang dari berbagai macam plastik dengan proses yang tidak higienis. Karena itu cemaran kimia berbahaya dapat tertempel di daging.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Distan) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sutarno, di Yogyakarta, Rabu (23/8/2017. “Jangan sampai membungkus daging dengan kresek atau plastik hitam,” kata Sutarno.

Menurut Sutarno, bungkus yang paling tepat dan aman untuk daging kurban atau makanan lainnya adalah plastik bening atau transparan karena bukan hasil daur ulang. “Maka kami anjurkan panitia kurban untuk pakai plastik transparan saja,” kata dia.

Selain itu, Sutarno juga berharap para panitia kurban yang bersentuhan langsung dengan daging dipastikan tidak sedang terkena flu atau penyakit menular lainnya.

“Karena daging mudah terkontaminasi virus-virus disekitarnya, saya berharap panitia kurban dalam keadaan sehat,” kata dia.

Sutarno mengatakan, pada hari pemotongan hewan kurban, Distan DIY akan menyiagakan dokter hewan yang tersebar di 40 Puskeswan se-DIY dengan menggandeng 300 calon dokter hewan dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mengintensifkan pemeriksaan hewan di seluruh tempat pemotongan hewan kurban.

Sejumlah penyakit bawaan sapi yang perlu diwaspadai, di antaranya cacing hati, antraks, dan penyakit menular lainnya. (*)


sumber: antara

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*