Pekerja Rumah Tangga di Qatar Hanya Bekerja Maksimal 10 Jam per Hari

Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia yang akan dikirim ke Timur Tengah. (foto: ilustrasi)

KABARHUKUM-DOHA | Pemerintah Qatar menerapkan undang-undang (UU) perlindungan kepada puluhan ribu warga asing yang bekerja sebagai pekerja rumah tangga, juru masak, petugas kebersihan, serta pengasuh anak. Dilansir reuters Kamis (24/8/2017), Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, mengatakan, hukum tersebut diterapkan untuk menangani berbagai keprihatinan yang telah lama disorot oleh kelompok-kelompok pembela hak asasi manusia.

UU baru itu, antara lain mengatur bahwa pekerja domestik dari luar negeri diperbolehkan bekerja maksimal 10 jam per hari dan mendapatkan waktu untuk menjalankan ibadah, istirahat maupun makan. Mereka juga harus diberi pesangon tingga minggu pada akhir kontrak.

Aturan baru itu menetapkan bahwa usia pekerja dibatasi antara 18 hingga 60 tahun dan para pekerja mendapat hari libur selama tiga minggu dalam setahun. Para pengguna jasa juga diharuskan memberi makanan yang cukup dan pelayanan kesehatan bagi para pekerjanya.

Qatar menampung puluhan ribu pekerja asing untuk urusan rumah tangga yang kebanyakan perempuan. Sebagian besar di antara mereka datang dari Filipina, Asia Selatan dan Afrika Timur. (*)

 

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*