Daeng Muhammad: “KPK Berpotensi Rugikan Negara”

Anggota Pansus KPK Daeng Muhammad

KABARHUKUM-JAKARTA | “Tujuan KPK dibentuk adalah untuk mengembalikan uang negara yang diambil oleh koruptor. Namun karena pengelolaan yang salah oleh KPK, maka barang sitaan dan rampasan mengalami penyusutan nilai jual saat dilelang”

Kalimat tersebut disampaikan Anggota Pansus KPK Daeng Muhammad dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Pansus dengan Dirjen Pas Kemenkumham, di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (29/8/2017). Ia bahkan dengan tegas menilai KPK berpotensi merugikan negara, bukan menyelamatkan keuangan negara dalam kasus tindak pidana korupsi.

Daeng yang juga anggota komisi III DPR RI ini mencontohkan ketika mobil atau motor yang disita KPK harus segera dilelang. Namun, karena kelalaian KPK yang tidak langsung menyerahkan barang sitaan dan rampasan negara itu ke rumah penyimpanan barang sitaan negara (Rupbasan) untuk dikelola.

“Tapi, ketika KPK baru melaporkan dan menyerahkannya setelah putusan tetap dengan jarak waktu yangbsangat jauh sejak penindakannya. Sehingga, harga yang sedianya Rp150 juta, beberapa tahun kemudian nilai jualnya menjadi Rp 60 juta. Itu kan bentuk kerugian negara,” jelas Daeng.

Daeng juga menyatakan keterkejutannya atas pernyataan Dirjen Pas Kemenkumham dan kepala Rupbasan DKI yang mengaku tidak menerima adanya laporan ikhwal barang sitaan berupa tanah dan bangunan.

“Yang jadi pertanyaan kenapa KPK tidak menitipkan tanah dan bangunan? Mungkin KPK tahu harga jual tanah dan bangunan makin lama makin mahal. Ini harus didalami,” tegasnya.(*)

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*