Biar Masyarakat Tahu Sejarah, Golkar Dukung Pemutaran Film Penghianatan G30S PKI

Cover film Penumpasan Penghianatan G 30 S PKI.

KABARHUKUM-Jakarta | Partai Golkar mendukung film G30S/PKI diputar ulang untuk memperingati hari kesaktian Pancasila tanggal 1 Oktober. Alasannya, Golkar menilai film tersebut justru mengingatkan kepada masyarakat tentang apa yang terjadi di tahun 1965.

“Minimal harus tahu sejarah tentang 1965. Golkar hadir di tengah bangsa ini untuk menjawab dan menjaga Pancasila, NKRI, keberagaman kita,” ujar Ketua DPP Golkar Freddy Latumahina di kantornya, Jl Anggrek Neli, Jakbar, Senin (18/9/2017).

Freddy mengingat kembali akan sejarah partainya saat itu. Golkar, kata Freddy, saat itu berada dalam posisi menolak ideologi komunis. “1965, memang Golkar berada di depan bersama pemerintah dalam konsolidasi mengambil alih dari paham komunis itu,” tutur Freddy.

Hal senada juga disampaikan Sekjen Golkar Idrus Marham. Menurutnya pemutaran ulang film itu untuk mengingat kembali sejarah Indonesia. Idrus mengaku heran ada pihak yang menolak film itu diputar ulang. “Pemutaran film G30S/PKI itu adalah penting. Sehingga sangat tidak dimengerti apabila ada yang tidak setuju,” katanya.

Sebelumnya, TNI akan memutar ulang film G30S/PKI. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memerintahkan jajarannya untuk menggelar nobar.

“Iya itu memang perintah saya, mau apa? Yang bisa melarang saya hanya pemerintah,” kata Jenderal Gatot saat ditemui seusai ziarah di Makam Bung Karno (MBK), Bendogerit, Blitar, Senin (18/9). (*)

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*