Ingatkan Pemerintah dan Aparat, Alumni 212: Tidak Ada Rekonsiliasi untuk PKI

Massa Aksi 229 melaksanakan Sholat Jum'at berjamah di depan Gedung MPR/DPR Senayan Jakarta. (Foto: sindonews)

KABARHUKUM-Jakarta | Presidium Alumni 212, Slamet Maarif mengatakan Aksi 299 yang digelar Jumat (29/9) merupakan upaya untuk mengingatkan pemerintah dan aparat berwenang. Ia berpendapat, harus ada ketegasan dari kedua pihak untuk menolak upaya rekonsiliasi, permintaan maaf maupun upaya membangkitkan PKI.

“Aparat harus tegas bubarkan PKI. Kejadian di LBH Jakarta membuktikan PKI ada dan dilindungi,” katanya di depan Gedung Parlemen Senayan, Jumat (29/9).

Menurutnya, ada upaya yang nyata dan terstruktur dari simpatisan dan anak-cucu PKI untuk membangkitkan organisasi tersebut. Mereka membuat pertemuan dan workshop untuk membangkitkan kembali semangat komunis di Indonesia. “Dan meluruskan sejarah. Tapi kenyataannya bukan meluruskan sejarah. Justru membalikkan sejarah,” kata dia.

Selama inin kata Slamet, pemutaran film telah dihapuskan. Pelajaran tentang PKI juga dihilangkan dari kurikulum sekolah. Hal itu menyebabkan generasi masa kini tak tahu sejarah PKI. Ini memberikan ruang yang luas untuk simpatisan dan anak-cucu PKI untuk menyuarakan kebangkitan PKI.

“Yang sekarang terjadi kenapa waktu ada ide pemutaran film banyak yang sewot dan antipati. Kalau enggak punya dukungan enggak ada masalah kan? Ini nampak nyata PKI ada,” kata dia.

Menurut Slamet, ide pemutaran film PKI di mana saja perlu didukung. Upaya ini untuk mengingatkan generasi muda akan bahaya kebangkitan PKI.

Aksi 299 dilakukan di depan kompleks Parlemen Senayan. Kegiatan ini diikuti oleh elemen mahasiswa dan ormas Islam. Pengamatan  di lapangan pukul 12.59 WIB menunjukkan para demonstran telah selesai melakukan shalat Jumat. Mereka berkumpul di depan kompleks MPR/DPR/DPD RI. (*)

 

Sumber: Republika

Bagi berita:

2 Comments

  1. PKI sejak tahun 1966 sudah dinyatakan ” Partai Terlarang ” dan tidak ada lagi di negeri ini, kecuali mungkin sisa beberapa bekas anggota ” OT ” itu beserta anak-cucunya keturunan mereka serta anak-cucu lain2 orang yang dahulu masuk menjadi pengurus atau anggota PKI ( termasuk : Gerwani. BTI, dll ) dan sekarang sudah almarhum. Mau rekonsiliasi sama PKI, itu maksudnya PKI yang mana ? Emangnya ada PKI baru lagi ?

  2. Kalau ada yang baru, jangan tunggu lama, LIBAS, jangan diberi kesempatan walau sesaat. Tapi kan tidak ada, setidak2nya Menkumham tidak menginformasikan pendaftaran ulang oleh seseorang dan Panglima TNI atau BIN belum menginformasikan ada gerakan2 yang terindikasi bertujuan menghidupakan lagi almarhum yang bernama PKI.
    Mari kita prioritaskan hal lain yang lebih penting.

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*