Evaluasi Saber Pungli, Tim Peneliti Mabes Polri Gelar Pertemuan di Mapolrestabes Medan

Pertemuan Tim Penelitian dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Mabes Polri dengan perwakilan tokoh masyarakat, tokoh agama dan insan pers di Rupatama Mapolrestabes Medan, Senin, (2/10/2017).

KABARHUKUM-Medan | Tim Penelitian dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Mabes Polri menggelar pertemuan dengan perwakilan tokoh masyarakat, tokoh agama dan insan pers di Rupatama Mapolrestabes Medan, Senin, (2/10/2017).

Pada kesempatan tersebut, tim yang dipimpin Kombes Pol Marpin Efendi didampingi dosen PTIK dan rombongan mengatakan, bahwa pertemuan ini digelar untuk menampung aspirasi masyarakat dalam kaitan Satuan Tugas (Satgas) Saber Pungli, sesuai program Nawacita Presiden Jokowi. “Pertemuan ini untuk menampung aspirasi masyarakat di Sumatera Utara, khususnya kota Medan,” ujar Kombes Pol Marpin Efendi yang didampingi Wakapolrestabes Medan, AKBP Tatan Dirsan Atmaja.

Diungkapkan Marpin, dalam kaitan tersebut, hasil dari pertemuan di Mapolrestabes Medan ini akan diajadikan bahan evaluasi yang akan dilaporkan ke tim Satgas Saber Pungli Mabes Polri diteruskan langsung ke Presiden. “Tujuan pertemuan ini juga untuk mengetahui sejauhmana program nawacita mencapai sasaran prioritas di bidang ekonomi, sarana prasarana dan infrasturktur,” ungkapnya.

Selain itu, Marpin menerangkan bahwa guna mendukung hal tersebut, pemerintah dalam hal ini telah menghapus peratuaran – peraturan daerah yang bertentangan dengan nawacita. “Maksudnya, program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan publik (publik trust) di segala bidang layanan masyarakat, terkhusus di kepolisian,” terangnya.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, warga masyarakat yang hadir mengapresiasi program pemerintah membentuk tim saber pungli. “Tentu kita mengapresiasi program tersebut. Akan tetapi, masih ada kelemahan di sana – sini, termasuk tumpang tindihnya peraturan dalam penegakan hukum terkait pungli,” ujar perwakilan masyarakat yang bernama Pak Ucok sembari menambahkan pemerintah harus memberikan reward and funishment kepada aparat.

Senada dengan itu, Ketua Persatuan Wartawan (Pewarta) Polrestsabes Medan, Chairum Lubis SH mengapresiasi respon cepat dari pihak kepolisian dalam hal ini Polrestabes Medan berikut jajarannya. “Saya pribadi sangat mengapresiasi respon cepat dari Polrestabes Medan serta jajarannya dalam menanggapi pengaduan masyarakat. “Pernah ada kejadian di wilayah hukum Polsek Medan Area, ketika itu, belum selesai warga membuat laporan di polsek, akan tetapi pelaku telah berhasil ditangkap tim Serse Polsek Medan Area,” kata Cahirum Lubis SH yang juga ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Tegal Sari I, Kecamatan Medan Area.

Begitupun, Chairum mengkritisi kebijakan yang mengharuskan pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk memperoleh sertifikat dari lembaga mengemudi. Sebab, harga sertifikat yang dikeluarkan lembaga mengemudi yang dikelola pihak swasta tersebut sangat mencekik leher.

Pada kesempatan yang sama, Waka Polrestabes Medan, AKBP Tatan Dirsan Atmaja membenarkan apa yang disampaikan Chairum Lubis SH terkait respon cepat kepolisian.

Tatan menambahkan, bahwa pihaknya saat ini terus berbenah untuk meningkatkan publik trust. “Sejak Minggu, (5/2/2017) lalu, Kapolri langsung meresmikan aplikasi ‘Polisi Kita’ yang bertujuan untuk memudahkan urusan masyarakat terkait pelayanan di kepolisian. “Lewat aplikasi tersebut, masyarakat bisa mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), SIM dan pelayanan di kepolisian lainnya,” terang Tatan.

Tidak hanya itu, Orang nomor dua di Mapolrestabes Medan ini menyebutkan, lewat aplikasi ini juga masyarakat bisa melaporkan gangguan keamanan, narkotika dan tindakan kejahatan lainnya.

Pantauan di lokasi, tampak hadir dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Delitua, Kompol Wira Prayatna SH SIK MH, Kapolsek Medan Barat, Kompol Revi Nurvelani, Kapolsek Pancurbatu, Kompol Coky Meliala, Kabag Sumda, AKBP Maringan Simanjuntak SH MH dan hadirin serta tokoh masyarakat lainnya. (*)

 

Laporan: Adek Siahaan

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*