Jadi Jaksa Ternyata Banyak Juga Larangannya, Ini Dia!

ilustrasi Jaksa

KABARHUKUM | Jaksa adalah sebuah profesi hukum dan sekaligus penegak hukum. Karena Jaksa merupakan sebuah profesi hukum, maka tentulah memiliki kode etik profesi atau kode perilaku. Jaksa dalam menjalankan profesinya memiliki kode etik profesi yang dalam institusi kejaksaan dikenal dengan istilah Kode Perilaku Jaksa (C.O.C) disamping adanya Standar Minimum Profesi Jaksa.

Dalam Kode Etik Profesi Jaksa itu atau dalam istilah lainnya Kode Perilaku Jaksa itu dimuat apa yang menjadi larangan bagi seorang Jaksa dalam menjalankan fungsinya. Berdasarkan Peraturan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: PER-067/A/JA/07/2007, larangan bagi seorang Jaksa adalah sebagai berikut:

1.Menggunakan jabatan dan/atau kekuasaannya untuk kepentingan pribadi dan/atau pihak lain;

2.Merekayasa fakta-fakta hukum dalam penanganan perkara;

3.Menggunakan kapasitas dan otoritasnya untuk melakukan penekanan secara fisik dan/atau psikis;

4.Meminta dan/atau menerima hadiah dan/atau keuntungan serta melarang keluarganya meminta dan/atau menerima hadiah dan/atau keuntungan sehubungan dengan jabatannya;

5.Menangani perkara yang mempunyai kepentingan pribadi atau keluarga, mempunyai hubungan pekerjaan, partai atau finansial atau mempunyai nilai ekonomis secara langsung atau tidak langsung;

6.Bertindak diskriminatif dalam bentuk apapun;

7.Membentuk opini publik yang dapat merugikan kepentingan penegakan hukum;

8.Memberikan keterangan kepada publik kecuali terbatas pada hal-hal teknis perkara yang ditangani.

Dalam peraturan Jaksa Agung Nomor: PER-067/A/JA/07/2007itu juga diatur mengenai penegakan kode perilaku jaksa dan tindakan admnistratif terhadap Jaksa yang melanggar larangan, demikian juga tata caranya sudah diatur dalam Peraturan Jaksa Agung tersebut.

Sumber: Boyyendratamin

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*