Merombak SKPD Jelang Pilkada, Shohibul: Itu Rencana yang Tidak Tepat

Shohibul Ansor Siregar. (Foto: M. Risfan Sihaloho/kabarhukum.com)

KABARHUKUM-Medan | Ada rumor yang berkembang belakangan ini tentang rencana Gubernur Sumatera Utara merombak sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pempropsu.

Menanggapi hal tersebut, pemerhati sosial-politik FISIP UMSU Shohibul Anshor Siregar mengatakan, jika benar tentu itu sebuah rencana yang sangat tidak tepat bagi Gubsu HT Erry Nuradi.

“Bukankah ia (HT Erry Nuradi) juga sebentar lagi akan non-aktif jika benar-benar ikut mencalonkan diri dalam pilgubsu 2018?,” tanya Shohibul.

Kemudian, kata Shohibul, perlu juga dipertanyakan apakah Gubsu sudah mengajak Wagubsu diskusi tentang ini? “Apa pendapatnya gerangan?,” katanya.

Jika memang Gubsu tetap ngotot untuk melakukan perombakan dalam waktu dekat, Shohibul mengingatkan Gubsu harus siap-suap menerima sejumlah konsekuensi dari kebijakannya itu.

Pertama, semua orang akan menganggap Gubsu mencari duit melalui jual-beli jabatan. “Tuduhan seperti itu tidak mungkin tak mengemuka. Percayalah,” ujarnya.

Kedua, tindakan merombak itu akan menjadi kampanye negatif 100 % buat Gubsu. Shohibul mengatakan, orang akan merontokkan makna magic word ‘PATEN’ yang selama ini digadang-gadang oleh Gubsu menjadi perilaku dan kemampuan buruk. “Jangan lupa, pemerintah pusat pun akan beranggapan seperti itu. KPK juga tak akan mendiamkan ini. Percayalah,” tegasnya.

Ketiga, lanjut Shohibul, dengan kebijakan itu kemudian Gubsu juga akan dikatakan naif oleh sebagian besar rakyat Sumatera Utara, karena sebetulnya ia baru saja melakukan perombakan. “Jangan dia pikir akan menuai pujian dari rakyat. Takyat tidak melihat dia sedang memperbaiki keadaan, hanya ingin beroleh keuntungan dari sebuah kondisi buruk,” sebutnya.

Keempat, dapat dipastikan nanti akan makin terbuka bahwa sebagai pemimpin Gubsu sebetulnya dikesankan benar tidak memiliki visi yang jelas dan tidak memiliki wibawa sama sekali, terlebih karena Gubsu tidak bisa menjadi tauladan bagi pasukannya.

“Terakhir jika ini dalam sebuah perang, ia akan dibawa pulang dalam peti mayat karena dibunuh sendiri oleh anggotanya yang sangat tak percaya kepemimpinannya,” pungkas Shohibul.(*)

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*