Apel Akbar Nasional KOKAM Berlangsung Khidmat dan Semarak

KABARHUKUM-Lubuk Pakam | Pelaksanaan Apel Akbar Nasional KOKAM berlangsung khidmat dan semarak. Sekitar seribu pasukan KOKAM dari berbagai daerah turut serta meramaikan acara yang digelar di Alun-alun Pemkab Deliserdang, Jum’at (6/10).

Diawali shalat Jum’at berjamaah di Masjid Taqwa Muhammadiyah Lubuk Pakam, ribuan anggota KOKAM dengan berjalan kaki bergerak menuju lokasi Apel Akbar Nasional di Alun-alun Pemkab Deliserdang.

Tepat pukul 15.00 WIB, acara Apel Akbar Nasional KOKAM dimulai. Tampil sebagai Komandan Apel Zainuddin SH MHum. Sedangkan Inspektur Apel dipimpin langsungsung Komandaan Tertinggi KOKAM Dahnil Anzar Simanjuntak.

Di awal amanatnya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah ini langsung membakar semangat peserta Apel dengan mengajak mereka untuk meneriakkan bersama-sama Takbir Allahu Akbar sebanyak tiga kali dan kata ‘Merdeka’ satu kali.”Alahu Akbar, Alahu Akbar, Alahu Akbar, Merdeka !” teriknya dengan penuh heroik.

Dahnil mengatakan, sesungguhnya ungkapan Takbir itu memiliki makna yang dalam, yakni sebagai manifestasi adanya integrasi antara keislaman dengan keindonesiaan sekaligus. “Keislaman dan keindonesian Kokam Pemuda Muhammadiyah itu punya satu tarikan nafas yang sama,” ujarnya.

Usai Apel Akbar Nasional, acara kemudian dilanjutkan dengan Pidato Kebangsaan yang disampaikan oleh Wakil Ketua MPR RI Dr Hidayat Nur Wahid. Dalam orasinya Hidayat mengungkapkan bagaimana stragis dan vitalnya peran ummat Islam dalam mengukuhkan Pancasila dan NKRI dari dulu hingga hari ini. Menurutnya, ummat Islam sepenuhnya mempunyai kepentingan untuk selalu menjaga Pancasila dan NKRI, karena itu merupakan warisan dari perjuangan para ulama, politisi, pemuda Islam di zaman lampau yang mati-matian menyelamatkan keutuhan bangsa Indonesia dari dicabik-cabik dari kepentingan kolonialisme dan komunisme. “Jadi sangat lucu jika sekarang ini ada pihak-pihak tertentu yang mencoba meragukan nasionalisme ummat Islam. Bahkan ada yang yang menuding ummat Islam sebagai ancaman terhadap Pancasila dan NKRI. Itu tudingan yang tak bertanggungjawab, ahistoris dan tendensius,” sebutnya.

Dalam acara ini, sejumlah tokoh juga hadir, seperti Anggota DPR RI A. Hanafi Rais, Gubernur Sumut T Ery Nuradi, Wabup Deliserdang Zainuddin Mars, Bupati Tapanuli Tengah Bachtiar Ahmad Sabarani, Rektor UMSU Dr Agussani MAP dan undangan lainnya.(*)

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*