Air Bersih Tak Kunjung Muncul, Proyek Pipa Dinas PU Maluku Dinilai Mubazir

Januar Samad, Ketua RT 003/RW 002 Waiheru, saat mengunjungi lokasi banjir beberapa waktu lalu.(foto: Udin W-Mal)

KABARHUKUM-Maluku | Diam-diam ternyata ada proyek Dinas PU Provinsi Maluku yang konon dahulu dibiayai dana APBN sampai sekarang tidak kunjung selesai, malah dibiarkan terbengkalai begitu saja tanpa memberikan sesuatu manfaat yang dirasakan warga, akan tetapi luput dari perhatian publik dan awak media mau pun aparat berwenang.

Ada pun proyek mubazir ini adalah pemasangan pipa-pipa saluran air pada sisi kiri jalan Laksdya Leo Wattimena datang arah barat sampai dekat pojok tembok batas Kompi Bantuan Yon 733 memutar memasuki kompleks Perumahan BTN Puskopad di RT 003/RW 002 Desa Waiheru hingga mentok persis disamping rumah Ketua RT, Januar Samad. Sampai sekarang pun tidak diketahui entah bagaimana kira-kira dana yang telah dialokasikan dahulu untuk membelanjai proyek tersebut dipertanggung jawabkan oleh Pelaksana Proyek bersama Dinas PU Provinsi Maluku selaku Pemilik Proyek, namun dari hasil investigasi kabarhukum.com di lokasi pada siang hari Rabu 11/10, pada kenyataannya proyek tersebut tidak diteruskan pelaksanaannya, sedangkan air bersih yang dahulu digadang-gadang akan segera dialirkan memasuki rumah-rumah penduduk melalui pipa-pipa ini ternyata tak pernah muncul sampai sekarang. Kesulitan mengatasi kebutuhan air bersih sehari-hari masih saja melilit warga RT 003/RW 002 Kompleks Perumahan BTN Puskopad Waiheru bersama lain-lain warga Kota Ambon yang bermukim disekelilingnya.

Munir, salah seorang warga Desa Waiheru menerangkan, pipa-pipa besi tersebut dibangun oleh Dinas PU Provinsi Maluku kira-kira tahun 2014 atau 2015, yang jelas sudah masuk pada masa kepemimpinan Gubernur Ir Said Assagaff atau tidak berapa lama setelah Brigjen TNI Purn Karel Alberth Ralahallu mengakhiri masa jabatannya. Awal pembangunannya dahulu itu, kata Munir, konon direncanakan untuk mengalirkan air bersih bagi warga RT 003/ RW 002 Desa Waiheru yang meliputi Kompleks Perumahan BTN Puskopad dan pemukiman warga disekelilingnya. “Karena desain proyek tersebut sama sekali tidak melibatkan masyarakat, sehingga seluk-beluknya tidak banyak yang diketahui,” ujar Munir.

Namun, lanjut Munir, menurut informasi dahulu melalui pipa-pipa itu akan dialirkan air dari sumber air yang terletak di belakang Kompleks Perkampungan Penduduk di Lapiaso yang jaraknya kurang lebih 1 KM. Akan tetapi kemudian ternyata pelaksanaan proyek ini hanya dilakukan sampai pada pemasangan pipa, itu pun tidak rampung, belum dilakukan pemasangan keran-keran air dan juga terhenti disamping rumah Ketua RT 003/002 belum ada pipa distribusi memasuki rumah-rumah penduduk. “Malah sudah dihentikan dan dibiarkan begitu saja entah apa sebabnya hingga menjadi terbengkalai sampai sekarang,” sebutnya.

Keterangan Munir dibenarkan Januar Samad yang biasa disapa ‘Om De, Ketua RT 003/RW 002 Kompleks Perumahan BTN Puskopad saat dimintai konfirmasinya sore hari itu Rabu (10/10) di kediamannya. Sambil menunjuk penghujung pipa yang letaknya tak jauh disamping rumahnya, Om De mengungkapkan kekesalannya dengan nada menggerutu. “Ini kelihatannya hanya proyek akal-akalan saja, karena hanya menempatkan pipa dan mengatakan akan mengalirkan air bersih bagi warga, padahal kenyataannya nihil malah sampai sekarang sudah lebih dua tahun air bersih tidak kelihatan sedangkan pelaksana proyeknya bersama dinas terkait menghilang tanpa jejak tidak lagi menunjukan batang hidungnya”, demikianungkap Om De dengan nada ketus.

Dia membenarkan kalau proyek ini dikerjakan antara tahun 2014 atau tahun 2015 setelah lebih dahulu melakukan galian pada jalur jalan yang dilalui pipa-pipa ini, mulai dari jalan masuk pada pojok batas tembok Kompi Bantuan Yonif 733. Ketika proyek itu dibangun, kata Om De, dirinya belum menjabat Ketua RT, namun dari informasi yang dia peroleh saat itu proyek pipa-pipa tersebut dibangun dengan maksud untuk mengalirkan air bersih dari Bak Penampung milik Desa yang terletak di belakang Perkampungan Lapiaso.

Bagi warga, kata Om De, masuknya proyek dengan pemasangan pipa-pipa pada saat itu tentu saja disambut gembira karena sejak dahulu warga RT 003/RW 002 Desa Waiheru, baik dalam Kompleks Perumahan BTN Puskopad mau pun lain-lain warga di pemukiman sekelilingnya, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Namun warga menyesalkan, proyek ini terhenti begitu saja hanya sampai pada pemasangan pipa-pipa tersebut dan sampai sekarang juga tidak ada sesuatu penjelasan yang diberikan kepada warga kira-kira apa sebabnya. Padahal, kata Om De, sampai sekarang dirinya bersama warga RT 003/RW 002 Desa Waiheru masih tetap dililit kesulitan untuk mendapat air bersih. Untuk konsumsi air bersih sehari-hari, Om Desa bersama warganya harus mengangkut jauh-jauh kurang lebih 1 KM ke arah Kampung Baru. Sebagian warga memang sudah memasang sumur bor, akan tetapi walau rata-rata mencapai kedalaman lebih 24 m atau rata-rata 6 staff air yang dihasilkan tidak bisa dikonsumsikan atau dipakai minum atau masak kecuali hanya sekedar untuk mandi dan mencuci karena airnya mengandung kadar kapur yang sangat tinggi.

Mengingat pipa-pipa yang dibangun dahulu ini sampai sekarang masih terpampang utuh, dan tentu untuk itu tidak sedikit anggaran negara atau daerah yang sudah dibelanjakan, maka Om De berharap Pemerintah Daerah cq Kepala Dinas Provinsi Maluku mau tergugah untuk melanjutkan pelaksanaan proyek tersebut hingga selesai dan pada gilirannya air bersih benar-benar bisa dialirkan ke rumah-rumah warga sesuai apa yang digadang-gadang dahulu. Harapannya ini menurut Om De sekaligus dimaksudkan agar jangan sampai ada anggaran keuangan negara atau daerah yang terbuang percuma atau sia-sia tanpa ada sesuatu manfaat yang dinikmati oleh warga.

Sementara itu, sebelum berita ini dikirim ke meja redaksi, pada siang hari Kamis 12/10 Kepala Dinas PU Provinsi Maluku, Ir Hi Ismail Usemahu MT sudah lebih dahulu dihubungi dengan meminta konfirmasinya melalui pesan singkat (SMS, red) mengenai proyek yang terbengkalai tanpa sesuatu manfaat ini, akan tetapi ditunggu sekian lama sampai berita ini dimuat belum ada tanggapan apa-apa.(*)

Laporan: Udin W-Mal

Bagi berita:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*